Diagram Sirekap Hilang, KPD Sebut KPU Tidak Profesional Menjalankan Tugas Publik

Jakarta – Koordinator Kawal Pemilu dan Demokrasi (KPD) Miftahul Arifin menyebut hilangnya diagram di Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu Komisi Pemilihan Umum atau Sirekap KPU menandakan KPU tidak profesional dalam menjalankan tugas publik, tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Sejak awal Sirekap KPU sebagai platform transparansi dan publikasi data dalam penghitungan suara sudah bermasalah dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Sebab itu kami mempertayankan kinerja KPU yang terkesan tidak prosfesional dan tidak sesuai SOP,” ungkap pria yang biasa disapa Miftah, Kamis (7/3/2024).

Menurutnya, Saat ini publik menilai KPU sebagai lembaga yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Dengan dihilangkannya diagram penghitungan suara semakin memperjelas ada kejanggalan dan ada yang disembunyikan.

“Munculnya Sirekap sejak memunculkan kejanggalan dalam proses penghitungan suara. Sebabnya kepercayaan publik menurun terhadap KPU karena dianggap melakukan berbagai kecurangan. Hilangnya diagram di Sirekap justru semakin mempertebal ketidak percayaaan publik.

Dia juga mendorong agar segera dilakukan audit forensik terhadap Sirekap KPU. Karena menurutnya audit forensik itu bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPU.

Berita Terkait:  Gelar Upacara HUT RI ke-78, PPP Gelorakan Semangat Kemenangan

“Apalagi Sirekap KPU RI menggunakan APBN yang cukup besar sehingga publik berhak tahu dan berkepentingan untuk melakukan pengawalan penggunaannya,” tukas dia.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles