Relawan Sarung Ganjar: Pencopotan Baliho Ganjar-Mahfud Cederai Nilai Demokrasi

JAKARTA – Pelaksana Harian Ketua Santri Mendukung Ganjar (Sarung Ganjar) Miftahul Arifin menyebut pencopotan baliho Ganjar di Sumatera Utara (Sumut) mencederai nilai-nilai demokrasi.

“Jangan sampai demokrasi yang akan dilaksanakan dengan jujur dan adil harus terdoai dengan tindakan yang justru jauh dari nilai-nilai demokrasi,” ujar Miftah sapaan akrbanya, Sabtu (11/11/2023).

“Semua pihak harus menjaga kesejukan demokrasi, menjaga kondusifitas sehingga demokrasi bisa berjalan dengan riang gembira. Netralitas aparat sangat diperlukan, biarkan kompetisi bisa berjalan dengan baik, guyub dan rukun,” imbuh dia.

Menurutnya, pemasangan baliho pasangan capres dan cawapres itu sangat wajar dilakukan menjelang pemilu. Sebab itu jangan ada tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh aparat terhadap calon tertentu.

“Kenapa hanya baliho Ganjar-Mahfud yang diturunkan, dan ini bukan sekali, sebelumnya di Bali dan sekarang di Sumut. Tentu ini sangat disayangkan karena telah terjadi ketidak adilan dalam proses demokrasi,dan ini bisa memicu kemarahan publik,” jelasnya.

Untuk itu, Miftah menghimbau kepada pejabat dan aparat pemerintahan untuk menjaga netralitas dan integritas pemilu agar pemilu bisa berjalan baik.

Berita Terkait:  Dahlan Iskan Disebut Terlihat dalam proses pengadaan LNG PT Pertamina

“Jangan sampai proses-proses pemilu tercederai oleh aparat yang tidak netral. Karena itu apapun yang terjadi kami akan terus berjuang mempertahankan demokrasi agar demokrasi lebih baik lagi bukan kembali seperti masa orde baru,” tukasnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles