Bupati Bogor Sarankan Warganya Konsumsi Singkong, GMPI: Miskin Ide!

Bogor – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PP GMPI) Bobby KC menanggapi saran Bupati Bogor Iwan Setiawan agar masyarakat mengkonsumsi umbi umbian untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat karena harga beras mahal. Menurutnya Iwan terlalu berlebihan dan miskin ide.

“Sedikit mengelitik dan hal yang boleh dibilang tidak masuk akal masa kasih saran untuk kembali ke masa lampau, kalau tidak mampu menjadi Pemimpin di Kabupaten Bogor ya lebih baik mundur saja karena masih banyak di Kabupaten Bogor tokoh dan Teknokrat yang bisa membawa Bogor lebih baik, yang namanya pemimpin itu harus punya solusi dan kreatif berani ambil resiko bukan menjadi pemimpi yang senang masyarakatnya makan umbi umbian!! kita ini merdeka sudah 78 tahun loh, urus saja dulu soal kekeringan air di Bogor fokus terhadap kelanjutan program Bupati sebelumnya,” paparnya.

Dikatakannya, nasi putih merupakan makanan sehari hari yang berasal dari Padi digiling lalu menjadi beras dan dimasak sehingga bisa menjadi nasi ataupun Bubur dan ini pun merupakan makanan pokok sehari hari, namun muncul saran dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada masyarakatnya untuk memakan selain beras seperti umbi umbian.

Berita Terkait:  Bersama Warga Desa, Bupati Ipuk Gelar Haul Bung Karno

“Indonesia ini negara subur ditambah kompaknya masyarakat perlu menjadi perhatian terlebih khusus Pemerintah Kabupaten Bogor agar lebih proaktif menjaga kestabilan bahan pokok,” katanya.

Bobby merasa kecewa berat terhadap Bupati Bogor saat ini yang pernah dikawal suaranya bersama Ade Yasin waktu itu, menganggap masyarakat panik, menurut Bobby yang panik itu Bupatinya bukan masyarakatnya, karena tinggal 2 bulan lagi tidak bisa berbuat apa apa.

“Asal tahu saja Masyarakat Kabupaten Bogor sudah tidak asing soal itu ( Umbi Umbian) apalagi yang tinggal di daerah pegunungan dan perbukitan sudah khatam mereka bahkan turun temurun sampai hari ini, jadi jangan ajari Bebek berenang kepada masyarakat Kabupaten Bogor” candanya.

Di sisi lain Kabupaten Bogor memiliki 44 Kecamatan serta 416 Desa terdapat lahan yang sangat luas tentunya masih bisa memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Saran saya Bupati Bogor jangan banyak seremonial di Gedung Tegar Beriman, segera turun ke desa desa lihat sistem pengairannya bagaimana, sawahnya apakah produktif atau tidak, ajak Petani nya ngobrol dan tuntaskan disitu, kasih modal supaya mereka senang dan semangat menggarap lahan nya bukan justru seolah dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan beras untuk masyarakat Kabupaten Bogor, lihat dulu cek kelapangan secara riil berdasarkan fakta dan data akurat bukan berdasarkan hasil laporan dari anak buah pungkas Bobby,” katanya.

Berita Terkait:  Profil Saifuddin, Kepala Desa Termuda se-Bangkalan Periode 2021-2027

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles