Aspirasi Kyai Jawa Timur Suarakan Khofifah Menjadi Cawapres Prabowo Subianto

BONDOWOSO – Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo akan menyampaikan aspirasi para Kyai dari Jawa Timur kepada calon presiden Prabowo Subianto agar mempertimbangkan Kepala Daerah Jawa Timur untuk menjadi Cawapresnya.

Hal itu diungkapkannya Hashim Djojohadikusumo saat berbicara diacara Silaturahim Kebangsaan yang mengambil tema “Peran Strategis Pesantren dalam Menjaga Kedaulatan NKRI”, sekaligus peresmian auditorium KH. Muhammad Ma’shum, ketika berlangsung di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso pada Sabtu (7/10/2023).

“Hari ini saya berkesempatan bertukar pikiran dengan para Kyai di Bondowoso ini dan ada pesan khusus, aspirasi dari mereka dan saya berjanji untuk menyampaikannya kepada Pak Prabowo Subianto atas segenap aspirasi dan harapannya, salah satunya adalah dipertimbangkannya seorang perempuan, Kepala Daerah Jawa Timur, Pimpinan dari Muslimat untuk menjadi Cawapresnya,” ungkapnya.

“Saya akan sampaikan dan tidak akan saya sensor pesan serta aspirasi dari para Kyai tadi. Saya kira beliau akan pertimbangkan dengan masak-masak, serta akan berkonsultasi dengan Kepala Negara Bapak Joko Widodo,” tambahnya.

Berita Terkait:  Ganjar Pranowo Rayakan Hari Lahir Dapat Kado Pantas jadi Presiden RI Versi "The Right Man On The Right Place"

Acara yang dihadiri oleh pimpinan Ponpes Al-Ishlah KH. Thoha Yusuf Zakariya, LC, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Mochamad Iriawan, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah, Kobalen, Yusuf Ramli serta para kyai dari aliansi Tapal Kuda itu, adik kandung dari Prabowo Subianto tersebut juga menegaskan bahwa kembali majunya Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI di Pilpres 2024 bukan lain karena kecintaannya kepada rakyat Bangsa Indonesia.

“Prabowo Subianto memutuskan untuk maju lagi pada Pilpres 2024 sebagai calon Presiden karena kecintaannya untuk rakyat Bangsa Indonesia. Beliau tahun 2019 dengan sangat berat hati memutuskan untuk ikut dalam pemerintahan Bapak Joko Widodo dengan pertimbangan agar bangsa Indonesia tetap bersatu, rukun serta bangsa ini maju kedepan dengan sejahtera dan makmur,” ucapnya.

Lebih lanjut, adik kandung dari Prabowo Subianto itu juga mengatakan jika kakaknya itu tau persis akan konsekuensi saat dirinya bergabung di pemerintahan, seperti dicaci maki, dihujat hingga dihina, lantas Hashim pun mengatakan jika Prabowo tak mau bangsanya porak poranda seperti yang dialami oleh negara yang mayoritas muslim di Timur Tengah, seperti di Suriah, Yaman, Libia, Afghanistan hingga Irak.

Berita Terkait:  Intip Proses Pembuatan Kerupuk Bawang, Mudah dan Murah

“Dia (Prabowo) tidak mau bangsa kita ini nasibnya seperti negara-negara tersebut. Biarpun dicaci maki, biarpun dihujat, dihina hingga dibenci, saya memutuskan supaya Indonesia tetap bersatu penuh kedamaian, sehingga kita bisa maju bersama,” ungkap Hashim menuturkan perkataan Prabowo.

“Keputusan dia sangat tepat dan benar, sehingga bangsa Indonesia bisa melalui suatu masa kelam hadirnya Covid-19, sekaligus bangkit dan keluar dari krisis dengan cukup baik, karena banyak negara yang belum keluar dari krisis Covid-19, ekonomi mereka masih stagnan. Itu sebagai validasi keputusan Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan dengan menjaga persatuan, kesatuan sehingga terciptanya kerukunan. Dia berjuang dan merasa pahitnya orang yang dihina, dicaci dan di hujat, namun tidak dibalasnya,” tambah Hashim.

Dalam Silaturahim Kebangsaan itu, Hashim pun memaparkan beberapa program yang saat ini tengah dipersiapkan oleh Prabowo Subianto untuk rakyat Indonesia, antara lain adalah program manivestasi obsesi Prabowo Subianto untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia, serta kesehatan anak-anak dan ibu-ibu di seluruh Indonesia, contohnya dengan memberikan makanan gratis anak-anak Indonesia sampai tingkat SMA kelas 3 dan sederajatnya serta para santri di seluruh Indonesia.

Berita Terkait:  Konflik Pulau Rempang, Djohar Arifin Husin: Masyarakat Melayu Berduka

“Program makanan sehat gratis ini mencakup 83 juta jiwa, termasuk 4 juta ibu-ibu yang tengah mengandung rata-rata pertahunnya. Ini penting untuk menanggulangi stunting yang menyebabkan otak anak-anak bisa menjadi lumpuh atau cacat lantaran kurang gizi dan nutrisi,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles