Bersama Kementerian Investasi/BKPM, Achmad Baidowi Sosialisasikan Perizinan Berusaha OSS Berbasis Risiko

BANGKALAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Achmad Baidowi mendorong pelaku usaha di Kabupaten Bangkalan memanfaatkan perizinan berusaha dengan sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan. 

Hal itu disampaikan Achmad Baidowi yang menggandeng salah satu mitra kerja Komisi VI, yakni Kementerian Investasi/BKPM. Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan PKP-RI Kabupaten dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari kementerian terkait.

Diantaranya, Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Faidal, SE., MM, Pembina Persatuan Pengusaha Muslim Indonesia (PPMI) Markus Firdaus.

Dalam sambutanya, Achmad Baidowi menjelaskan bahwa sosialisasi Perizinan Berusaha OSS berbasis risiko merupakan implikasi dari Undang-Undang tentang Cipta Kerja.

Meski pun aturan itu menilai pro kontra, namun Wakil ketua Baleg DPR RI ini meyakini Undang-Undang itu akan berdampak positif terhadap iklim investasi di Indonesia.

“Kita harus akui tidak ada Undang-Undang yang bisa menyenangkan semua pihak atau sempurna. Pasti ada tarik-menarik dan perbedaan. Tetapi pada prinsipnya Undang-Undang ini dibuat untuk mendorong masuknya investasi ke negara kita,” ujarnya.

Berita Terkait:  DPRD Imbau Pemkot DIY Maksimalkan Ekspor

Dengan masuknya investasi, Achmad Baidowi menyakini akan mendorong tumbuhnya ekonomi nasional dan daerah yang positif sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang banyak untuk mengimbangi jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun.

Menurutnya, dengan Undang-Undang Cipta Kerja, ada 1.700 bidang usaha investasi di Indonesia, dengan 245 bidang usaha yang sifatnya prioritas dan 89 bidang usaha yang ditujukan untuk kemitraan dengan UMKM dan koperasi serta 46 bidang usaha dengan persyaratan tertentu.

Dengan demikian, kemudahan mengurus
perizinan perusaha dengan sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko akan menjadi momentum pertumbuhan
pelaku UMKM dan koperasi di Kabupaten Bangkalan.

“Kalau 80 persen saja membawa anak-anak, bayangkan skala ekonomi yang akan terbangun? Dengan banyaknya perusahaan yang datang, bayangkan ekosistem yang akan terbangun. Di mana kita orang Kaltara ketika itu muncul? Siapkah kita menangkap peluang-peluang yang muncul? Mari kita buka pikiran kita, mari kita melihat peluang-peluang yang ada,” pungkasnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles