Aktivis Kumpul dan Berdiskusi di Rumah Pemenangan Relawan Dukung Prabowo Menjadi Presiden RI ke-8

JAKARTA – Rumah Pemenangan Relawan Prabowo Subianto Presiden 2024 yang terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 25, Menteng, Jakarta Pusat sebagai rumah perajut persatuan dan kesatuan dalam membawa Indonesia lebih maju ke depan. Gambaran itu terlihat pada acara Diskusi Publik dengan tema “Kenapa Aktivis Dukung Prabowo” yang digelar Rabu (6/9/2023).

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang menjadi keynote speaker menyebut diskusi tersebut menampilkan aktivis yang berseberangan dengan Prabowo Subianto pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Acara diskusi ini beberapa tahun lalu mustahil terjadi. Saya boleh bilang ini sentuhan tangan Tuhan dimana pihak-pihak yang tadinya berseberangan memberikan dukungan,” ucap Hashim.

“Saya juga terkejut ada Budiman Sujatmiko dan juga Immanuel Ebenezer yang merupakan aktivis 1998 telah bergabung untuk memenangkan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 nanti,” sambung Hashim yang didampingi Mochamad Iriawan yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Dalam diskusi ini, adik kandung Prabowo Subianto itu menguak program Prabowo Subianto dalam mengatasi stanting dan juga membangun Pendidikan dalam menyiapkan generasi berkualitas dengan meningkatkan honor guru yang berada di daerah.

Berita Terkait:  Iwan Bule Tegaskan Tidak Ada Politik Adu Domba di Saat Budiman Sudjatmiko Mendukung Prabowo

“Kebutuhan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan juga ibu memberikan gizi yang baik kepada ibu-ibu hamil itu sudah dikalkulasi Tim sebesar Rp400 triliun per tahun. Dana itu bisa dipenuhi. Dan, kita juga memberikan honor tambahan bagi guru-guru berkisar Rp1 hingga 2 juta per bulan sehingga mereka tidak mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan lain,” jelas Hashim.

Sementara itu Mochamad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule menceritakan sosok Prabowo dalam diskusi tersebut.

“Prabowo itu sosok yang ikhlas. Beliau tidak ingin bangsa ini terpecah. Bahkan, saya meneteskan air mata ketika mendengar pengakuan beliau yang ingin mewakafkan hidupnya untuk kemajuan bangsa dan negara dan meminta jeneazahnya dibalut Merah Putih jika nantinya menutup mata,” ungkap Iwan Bule.

Ada yang menarik dalam diskusi ini dimana mantan aktivis 98 Budiman Sujatmiko menyebut sosok Prabowo Subianto sebagai intelektual berbaju militer. Selain itu, Prabowo merupakan sosok dengan cara baru membaca Pancasila, tidak hanya dibaca dari sila pertama sampai sila kelima.

Berita Terkait:  Muzani: Semangat dan Loyalitas Santri kepada Kiai Patut Dicontoh dalam Berjuang

“Membaca Pancasila itu ada di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Itu pernyataan strategis, dalam mewujudkan lima sila dalam Pancasila,” tegasnya.

Menurut Budiman, Indonesia butuh sosok kepemimpinan yang strategis, yang punya visi menyejahterakan rakyat Indonesia. Bukan sosok yang ingin terjun ke dunia politik karena kekuasaan.

Budiman juga mengungkapkan resiko atas keputusannya mendukung Prabowo Subianto. “Saya pada akhirnya memilih Prabowo, dengan konsekuensi melepas status administratif sebagai kader PDIP,” katanya.

Selain Hashim, Iwan Bule dan Budiman Sujatmiko, diskusi tersebut dihadiri pula aktivis Forkot UIN dan Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta Husni Mubarok Amir, Aktivis Forkot UKI Ketua PBHI 2011-2014 Poltak Agustinus Sinaga.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles