Dagangan Bendera Merah Putih di Bangkalan Sepi Pembeli

BANGKALAN – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78, penjual bendera merah putih mulai menjamur di seputaran raya di Kabupaten Bangkalan.

Pedagang musiman ini mejajakan dagangannya di beberapa titik, seperti alun-alun Kota Bangkalan, Jl. Raya Burneh, dan Jl. Raya Rangrut.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini para pedagang mengaku sepi pembeli. Padahal seharusnya berjualan sejak akhir Juli sampai pertengahan Agustus sudah ramai yang membeli bendera maupun atribut untuk memperingati HUT RI.

Salah seorang penjual bendera di Jl. Raya Burneh, Rafi mengaku penjualan bendera tahun ini terbilang sepi sekali. Barang yang ia jual seperti background, umbul-umbul, bandir, dan rawis dengan harga bervariasi, mulai Rp25 ribu sampai Rp300 ribu.

“Penjualan bendera menurun dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya, Selasa (15/8/2023).

Pria asal Jawa Barat ini juga mengaku saat ini omzet yang didapat Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari.

Rafi juga memiliki cabang lapak penjualan bendera tujuh di titik berbeda. Bendera-bendera ini dikirim langsung dari Jawa Barat

Berita Terkait:  BNN: Tiga Calon Kepala Desa Terindikasi Positif Narkoba

Selain Rafi yang mengaku dagangannya sepi pembeli, hal senada juga disampaikan Rahmat. Ia mengatakan dalam sehari cuma 1-2 kodi terjual.

Dagangannya yang paling laku, kata dia, jenis umbul-umbul dan bendera ukuran 90 cm. Mereka yang membeli berasal dari kedinasan. Ada banyak bendera yang dijualnya seperti background, bandir, rawis, dan pengeluaran terbaru yaitu bendo. “Bendo jenis terbaru untuk tahun ini seperti yang saya pakai,” tutupnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles