Sulit Konsentrasi Dan Mudah Lupa? Ini Penyebabnya!

KANALBERITA.CO – Sulit konsentrasi dan mudah lupa adalah kondisi yang umum dialami oleh siapa saja dan umumnya berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan. Namun, sulit berkonsentrasi dan mudah lupa bisa jadi merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, seperti depresi dan gangguan tiroid, sehingga perlu diatasi secara medis.

Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab sulit konsentrasi dan mudah lupa, serta kapan perlu ke dokter berikut ini. Penyebab sulit konsentrasi dan mudah lupa Disarikan dari WebMD dan Livestrong, berikut adalah beberapa penyebab sulit konsentrasi dan mudah lupa yang perlu diketahui.

Mengidap ADHD ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang membuat seseorang sulit fokus. Kondisi ini tidak hanya umum ditemui pada anak-anak, namun juga pada orang dewasa.

Beberapa tanda yang akan dialami, seperti sulit berkonsentrasi, impulsif, sulit mengatur waktu, dan memiliki suasana hati yang berubah-ubah.

  1. Merasa Cemas

Merasa cemas dapat membuat otak tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Selain itu, Anda juga akan mengalami beberapa gejala, seperti merasa cemas secara terus-menerus, merasa takut, dan sulit mengambil keputusan. Mengalami depresi Depresi tidak hanya akan membuat penderita merasakan kesedihan yang berlarut-larut, namun juga akan berdampak negatif pada otak. Selain merasa sedih, Anda yang mengalami depresi akan kesulitan untuk berkonsentrasi, mengingat, dan mengambil keputusan.

Berita Terkait:  Rekam Jejak Martua Sitorus Dirikan Perusahaan Sawit Dunia, Wilmar

  • Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu akan mengubah kimiawi otak sehingga dapat berdampak negatif pada ingatan dan fokus. Beberapa jenis obat yang dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, seperti obat tidur, obat alergi, obat depresi, obat untuk spasme otot, dan obat untuk inkontinensia urine.

  • Mengalami Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid memiliki tugas penting untuk mengatur fungsi tubuh, termasuk untuk berpikir. Ketika kelenjar tiroid tidak bisa atau terlalu banyak memproduksi hormon, Anda akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi.

  • Merasa Stres

Rasa stres yang muncul dapat membuat salah satu bagian otak bekerja dengan lebih keras sehingga bagian otak yang lain tidak mendapatkan cukup energi. Akibatnya, Anda akan sulit untuk fokus dan berpikir dengan jernih.

  • Merasa Lapar

Otak memerlukan energi yang cukup untuk bekerja, termasuk untuk berkonsentrasi dan mengingat. Merasa lapar dapat membuat gula darah menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup energi dan sulit untuk fokus. Melakukan banyak kegiatan sekaligus Melakukan banyak kegiatan sekaligus, seperti bekerja sambil mendengarkan lagu, dapat membuat otak bekerja lebih keras. Kondisi ini sudah terbukti dapat menurunkan performa tubuh dan meningkatkan risiko untuk melakukan kesalahan.

  • Kurang Tidur
Berita Terkait:  Verrell Bramasta Terjun ke Politik, Kini Ubah Penampilan Jadi Berjenggot

Kurang tidur dapat membuat tubuh merasa kelelahan ketika bangun. Otak tidak mendapatkan energi yang diperlukan sehingga tidak dapat bekerja dengan baik, termasuk akan membuat Anda sulit berkonsentrasi dan mengingat.

  • Terlalu Banyak Makan

makanan yang manis atau berlemak Makan makanan yang terlalu manis dapat meningkatkan energi, namun dapat membuat tubuh kehilangan energi tersebut dengan cepat. Sedangkan makanan yang berlemak dapat menyebabkan inflamasi pada otak. Akibatnya, Anda akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mudah lupa.

Selain faktor kebiasaan, beberapa jenis penyakit yang lebih serius dapat membuat Anda tidak bisa berkonsentrasi dan mengingat dengan baik. Kapan perlu ke dokter? Sulit konsentrasi dan mudah lupa umumnya dapat diatasi dengan melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga, dan tidur cukup.

Namun, kondisi ini bisa jadi merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. Untuk itu, Anda diimbau untuk segera mencari bantuan medis ketika tiba-tiba sulit untuk fokus dan mudah lupa, serta mengalami kondisi yang lebih parah meskipun sudah melakukan perubahan kebiasaan. Pemeriksaan secara medis akan dilakukan untuk mengetahui penyebab sulit konsentrasi dan mudah lupa sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan serta pengobatan yang sesuai.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles