40.000 Pendatang Baru Akan Tiba di Jakarta

Jakarta – Jumlah pendatang baru ke Jakarta pasca-mudik balik Lebaran pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang signifikan dan diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 20%-30% di tahun ini. Sebagian besar pendatang baru ini memiliki pendidikan di bawah SLTA.

Pada tahun 2020, jumlah pendatang baru ke DKI Jakarta mencapai 24.043 jiwa. Pada tahun 2021 mengalami penurunan 19,95% yaitu sebesar 20.046 jiwa. Sedangkan di tahun 2022 mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 27,05% yaitu 27.478 jiwa.

Di tahun 2023 ini, diprediksi jumlah pendatang baru pasca mudik balik Lebaran akan mengalami peningkatan sebanyak 20%-30% atau sekitar 36.000-40.000 jiwa.

Dengan adanya hal ini, Dinas Dukcapil DKI Jakarta menyiapkan layanan pendataan bagi pendatang baru, dengan mengajak dan mengedukasi warga untuk tertib adminduk dan lapor RT/RW setempat, demi mengantisipasi meningkatnya angka kemiskinan, stunting, angka pengangguran, dan kriminalitas di DKI Jakarta.

Tren pendatang ke DKI mayoritasnya berasal dari latar belakang pendidikan di bawah SLTA dengan penghasilan rendah. Oleh karena itu, para pendatang perlu memiliki kemampuan atau skill pekerjaan saat menetap.

Berita Terkait:  Berkunjung ke Empat Desa di Galis, Bupati Bangkalan Bagikan Ratusan Paket Sembako

“Ya memang kalau kita lihat tren pendatang selama 3 tahun ini kita lihat trennya itu 80% dari mereka itu berpendidikan SLTA ke bawah, 50% dari mereka berpenghasilan rendah dan mereka 20% berkonsentrasi di RW kumuh, begitu,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4/2023). (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles