Varian Covid-19 Acturus Ada di Indonesia, Legislator: Saya Sudah Wanti-wanti Sejak Awal

JAKARTA – Kasus Covid-19 dengan varian baru yakni varian XBB.1.16 atau COVID Arcturus sudah terdeteksi di Indonesia. Kabarnya, sudah ada dua orang warga terindikasi kasus ini.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago sudah mewanti-wanti sejak lama soal ancaman kenaikan Covid-19 ini saat rapat dengan Kemenkes sebelumnya.

Menurut wanita akrab disapa Uni Irma ini, saat ini jalan satu-satunya untuk meminimalisir semakin kencang kasus Covid Acturus baru masuk ke Indonesia adalah dengan terus memasifkan vaksin booster kepada masyarakat.

“Inilah saya bilang sejak bulan pertama Covid-19 dinyatakan naik kasusnya oleh menkes. Saya sudah wanti-wanti untuk terus melanjutkan vaksinasi booster,” kata Irma kepada wartawan, Jumat 15 April 2023.

Namun dari informasi diterima politikus NasDem ini program vaksinasi tidak ada disemua daerah. Menurutnya, hal ini yang
jadi masalah nanti kedepan, karena vaksin booster adalah salah satu palang pintu bagi penyebaran covid-19. Karena faktanya setelah di bosster side efek negatif keparahan dapat di minimalisir

Berita Terkait:  5.000 Wartawan akan Divaksin Covid-19 Akhir Februari

Sementara itu adanya imbauan Pemerintah masih menetapkan darurat Covid-19 belum dicabut. Irma pun mempertanyakan alasan Vaksin Booster dihentikan?

“ika khawatir maka seharusnya vaksinasi bosster tetap
terus dilaksanakan. Apalagi, menjelang Hari Raya Idul Fitri tinggal hitungan hari saja. Harusnya, Pemerintah sebaiknya menutup tempat tempat wisata berpotensi terjadinya kerumunan dalam
jumlah besar, tetapi silaturahim idul fitri biarkan berlangsung sebagaimana mestinya, namun harus tetap menerapkan disiplin 3M,” ujar Legislator dapil Sumsel II ini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan adanya kasus covid-19 varian baru yakni varian XBB.1.16 atau COVID Arcturus sudah terdeteksi di Indonesia. Bukan hanya satu, kasusnya sudah ada dua orang terinveksi Covid-19 Acturus.

“Dua kasus (COVID Arcturus),” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi, Jumat 14 April 2023.

Di luar negeri, subvarian Omicron baru ini diduga menjadi biang kerok penyebab lonjakan kasus COVID yang signifikan. Seperti yang terjadi di India.

Dalam 24 jam terhitung sejak Selasa (11/4/2023) hingga Rabu (12/4/2023), Ministry of Health and Family Welfare Goverment of India melaporkan adanya 5.880 kasus COVID-19 baru yang terdeteksi. Diduga penyebabnya karena Arcturus.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: