Pernyataan Jerome Powell Hancurkan Rupiah & Mata Uang Dunia

Jakarta – Nilai tukar rupiah dan hampir seluruh mata uang utama dunia hancur pada pekan ini. Pernyataan hawkish Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) membuat Jerome Powell menjadi penyebabnya. Suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang akan kembali naik, menerbangkan dolar AS dan meluluhlantakkan mata uang dunia lainnya.

Powell menyampaikan testimoni selama dua hari beruntun di depan senat AS pada Selasa dan Rabu pagi waktu setempat (7-8/3/2023).

Dalam testimoninya, Powell menegaskan jika The Fed tidak ragu untuk menaikkan suku bunga acuan lebih besar dalam periode yang lebih lama untuk menekan inflasi.

Menurut Powell, inflasi AS saat ini masih jauh dari jangkauan target mereka di kisaran 2%. Inflasi AS menembus 6,4% pada Januari 2023 (year on year/yoy).

“Sebagaimana saya sebutkan, data ekonomi yang muncul terkini, lebih kuat dari yang saya diharapkan, yang mengarahkan tingkat akhir dari suku bunga sepertinya akan lebih tinggi dari yang sebelumnya diantisipasi,” tutur Powell, di depan senat Komite Perbankan AS, Selasa (7/3/2023).

Berita Terkait:  Enzo Fernandez Pecahkan Rekor Pemain Bola Termahal di Inggris

Pernyataan Powell ini sontak membuat indeks dolar AS terbang ke level tertinggi sejak November 2022. Dengan kenaikan suku bunga yang semakin tinggi dan lama maka dolar AS akan kembali menjadi rebutan dunia.

Sebaliknya, nilai tukar rupiah pun ambles karena banyak dijual investor. Pada Selasa pekan ini, rupiah ditutup melemah 0,36% sementara pada Rabu anjlok 0,55%.

Secara keseluruhan, mata uang Garuda ambles 0,97% sepanjang pekan ini. Dengan demikian, rupiah sudah tersungkur selama lima pekan terakhir.

Selama lima hari perdagangan pada pekan ini, rupiah menguat dua kali yakni pada Senin dan Kamis sementara selebihnya tersungkur di hadapan dolar AS.

Pelemahan dalam tidak hanya dialami rupiah. Sebagian besar mata uang dunia juga ambruk selama sepekan ini. Jatuhnya mata uang global karena pernyataan Powell kembali menegaskan betapa besarnya pengaruh bank sentral AS.

Besarnya dampak pernyataan Powell tak bisa dilepaskan dari status AS sebagai pusat pasar keuangan global. The Fed juga menjadi satu-satunya instansi yang berhak mencetak dolar AS yang merupakan mata uang terkuat di dunia.

Berita Terkait:  Orang Tua Atta Halilintar Tak Akan Hadir Anaknya dengan Aurel

Powell membuat mata uang Korea, won, ambruk 1,86%. Won menjadi mata uang utama Asia yang mengalami pelemahan terdalam pekan ini.

Mata uang kuat seperti dolar Singapura juga ambruk 0,39% sepekan, ringgit Malaysia jatuh 0,99%, baht Thailand terperosok 0,97%, sementara rupee India melandai 0,34%.

Euro yang sangat perkasa bahkan melemah 0,1% sepanjang pekan ini.

Hanya beberapa mata uang dunia yang selamat dari pernyataan Powell. Di antaranya adalah renminbi China yang menguat 0,03%, poundsterling Inggris yang menguat 0,09%, dan yen Jepang yang terbang 0,65% sepekan. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles