Alami Kerugian, Kini Rusia Terpaksa Pakai Tank Tua untuk Gempur Ukraina

Jakarta – Invasi selama lebih dari setahun yang dilakukan Rusia sejak 24 Februari 2022. Untuk melanjutkan invasi Rusia kini terpaksa menggunakan tank tua yang sudah berusia 60 tahun. Hal ini dilakukan karena Rusia mengalami kerugian besar dalam perang melawan Ukraina.

Menurut informasi intelijen dari Kementerian Pertahanan Inggris, militer Rusia mengerahkan 800 tank tempur utama (MBT) T-62, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1961 dari penyimpanan.

Penggunaan tank tua ini untuk menggantikan kerugian dari konflik yang sedang berlangsung selama lebih dari satu tahun terakhir. Selain tank, Moskow juga mengerahkan kendaraan pengangkut personel berlapis baja BTR-50 dalam jumlah besar ke Ukraina, untuk pertama kalinya.

Kendaraan pengangkut personel yang pertama kali diperkenalkan pada perang 1964 ini, diduga akan dikerahkan dalam jumlah besar karena perang terus berlanjut. Meski sudah berusia puluhan tahun, beberapa dari kendaraan militer ini sudah mengalami beberapa peningkatan. Terutama keefektifannya untuk digunakan pada malam hari.

Tapi tentunya ada kekurangan di beberapa bagian, seperti tidak adanya bahan peledak reaktif modern pada kedua kendaraan militer tersebut.

Berita Terkait:  Ditemukan 2 Jenazah WNI Korban Gempa Turki, Dipulangkan Pada 22 Februari

“Ada kemungkinan bahwa unit-unit 1st Guards Tank Army, yang selama ini menjadi pasukan tank utama Rusia, akan didukung dengan kehadiran T-62 untuk menutupi kerugian sebelumnya,” kata laporan intelijen Kemenhan Inggris, dikutip dari Independent.

Langkah ini diambil setelah kepala pasukan tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Progozhin, meminta amunisi tambahan untuk pasukannya di sekitar kota Ukraina timur.

“Jika Wagner mundur dari Bakhmut sekarang, seluruh front akan runtuh. Situasinya tidak kondusif bagi semua formasi militer yang melindungi kepentingan Rusia,” kata Progozhin.

Kabar ini juga muncul setelah adanya laporan bahwa tentara Rusia kemungkinan besar menggunakan ‘sekop’, sebagai alternatif senjata di medan perang. Hingga kini, Rusia diperkirakan telah mengalami kerugian sekitar 1.780 tank, sejak awal konflik dengan Ukraina pada Februari 2022.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles