Permohonan Maaf Dirut Pertamina Soal Kebakaran Depo BBM Plumpang

Jakarta – Kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat (03/03/2023) pukul 20.20 WIB. Api berhasil dipadamkan tiga jam setelahnya, yakni sekitar 22.43 WIB Jumat malam. Atas kejadian ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pun menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak. Insiden kebakaran ini menyebabkan 18 orang meninggal dunia.

“Dalam kesempatan ini saya dan juga seluruh manajemen dan juga jajaran Pertamina menyampaikan belasungkawa dan duka cita sedalam-dalamnya atas terjadinya insiden ini. Tidak ada satupun dari kita yang menginginkan insiden itu terjadi. Dalam hal ini, permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat terdampak,” ungkap Nicke saat memberikan keterangan resmi usai mengunjungi korban di RSPP, Sabtu (04/03/2023).

Pada Sabtu lalu Nicke menyebut, insiden kebakaran ini menyebabkan 18 orang meninggal dunia, sementara yang tengah dirawat mencapai 35 orang, di mana dirawat di RSSP sebanyak 25 orang, RSPJ 2 orang, RSCM 1 orang, dan RS Koja 2 orang.

Nicke mengatakan, perseroan bertanggung jawab penuh untuk seluruh biaya pengobatan dan santunan kepada korban meninggal dan tengah menjalani perawatan.

Berita Terkait:  Kemendagri Targetkan Perekaman KTP-el Tahun 2021 Hingga 5,7 Juta Jiwa

“Sampai sembuh akan menjadi tanggung jawab Pertamina dan kepada masyarakat terdampak yang saat ini sementara mengungsi di beberapa posko ini kami pastikan seluruh kebutuhannya akan kami penuhi,” ucapnya.

Terkait pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat, dia memastikan bahwa pasokan BBM dan LPG aman. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak perlu panik dengan membeli BBM secara berlebihan.

Pasokan BBM menurutnya juga didukung oleh Terminal BBM terdekat, seperti dari TBBM Padalarang, Cikampek, dan lainnya.

“Dipastikan SPBU tidak ada antrian, jadi tidak perlu ada panic buying. Stok BBM di Jakarta, Banten dan Jawa Barat tersedia cukup,” ucapnya.

Pihaknya pun telah membentuk tim investigasi gabungan untuk melakukan evaluasi dan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini.

“Kami juga sudah bentuk tim gabungan untuk melakukan evaluasi dan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran ini, sehingga gak terjadi lagi,” ucapnya.

Nicke menyampaikan bahwa estimasi kerugian juga masih dalam proses evaluasi bersamaan dengan investigasi.

Hasil investigasi akan menjadi dokumen pendukung aksi tindak lanjut Pertamina dalam mengevaluasi seluruh aset demi penataan yang lebih baik.

Berita Terkait:  Cabor Boling Diharapkan Dapat Menarik Banyak Minat Anak Muda

“Tujuannya agar masyarakat aman, operasi aman,” pungkasnya.

Mengutip detikcom, Senin (06/03/2023), berdasarkan data tercatat di Koramil 01 Koja, sampai saat ini ada 19 orang yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran ini. Sementara Karo Dokpol RS Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, kemungkinan ada data korban tewas tambahan dari luar RS Polri yang membuat data terlihat beda.

Adapun jenazah yang diterima oleh RS Polri yakni 15 jenazah dan 1 body part. Sementara yang meninggal di RSPP ada dua orang yang sudah meninggal, sehingga kemungkinan jumlah korban jiwa 17 orang plus 1 body part.

Perlu diketahui, Terminal BBM Plumpang juga telah beroperasi 100% sejak Sabtu pagi (04/03/2023), sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir untuk keamanan pasokan BBM di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Sudah beroperasi 100% sejak Sabtu pagi, pasokan dan distribusi pun normal,” ungkap VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso kepada CNBC Indonesia, Senin (6/3/2023).

Mengutip laman resmi Pertamina TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia, karena Plumpang menyuplai sekitar 20% kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25% dari total kebutuhan SPBU Pertamina.

Berita Terkait:  Karyawan PT Istaka Karya Dipindah ke PT Nindya Karya, Ada Apa?

Thruput BBM rata-rata sebesar 16.504 kilo liter (kl) per hari dan wilayah distribusi utamanya meliputi Jabodetabek. TBBM Plumpang beroperasi mulai tahun 1974, yang memiliki kapasitas tangki timbun sebesar 291.889 kl.

Saat ini TBBM Plumpang menyalurkan produk dengan varian yang sangat lengkap yaitu Premium, Bio Solar, Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo, melalui Terminal Automation System (TAS) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles