Prediksi Harga Batu Bara Tahun Ini dari Dirut PT. Bayan

Jakarta – Setelah berjaya di tahun lalu, harga batu bara ambruk sepanjang tahun ini. Harga pasir hitam juga diperkirakan akan jauh di bawah tahun lalu yang melambung salah satunya karena faktor perang Rusia-Ukraina.

Direktur PT Bayan Resources Indonesia, Alexander Ery Wibowo, memperkirakan harga batu bara akan berada di kisaran US$ 250-300 per ton.

Harganya jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang berada di kisaran US$ 345,4 per ton.

“Kalau prediksinya batu bara Newcastle sekitar US$ 250-300 tahun ini. dalam kondisi normal tidak ada anomaly,” tutur Alexander, pada acara Economic Outlook 2023 dengan tema “Menjaga Momentum Ekonomi di Tengah Ketidakpastian” CNBC Indonesia di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Dia menambahkan sulit bagi batu bara untuk mengalami lonjakan seperti pada tahun lalu.

Sebagai catatan, harga batu bara pada 2022 melambung bahkan menembus rekor tertinggi dua kali. Rekor tertinggi terakhir pada 5 September 2022 yakni di angka US$ 463,75 per ton.

Perang Rusia-Ukraina, krisis energi di Eropa, krisis listrik di India, dan larangan ekspor Indonesia membuat harga pasir hitam melambung.

Berita Terkait:  Mengaku Sebagai Anggota Kepolisian, Polres Subang Amankan Polisi Gadungan

Namun, sejak awal tahun ini, harga pasir hitam terus anjlok. Harganya bahkan turun di bawah US$ 200 atau kembali ke level sebelum perang Rusia-Ukraina.

Alexander menjelaskan ada sejumlah faktor yang bisa menopang pergerakan harga batu bara, terutama pemulihan ekonomi China.

Namun, faktor tersebut kemungkinan belum bisa mendongrak harga batu bara pada 2023. Seberapa cepat ekonomi China. Kemudian bagaimana outlook krisis Eropa dan Rusia.

“Dari sisi produksi, batu bara Indonesia pada 2023 pertumbuhannya juga tidak terlalu meningkat tinggi tahun ini. Salah satu tantangan karena ketersediaan alat berat. Banyak pesanan alat berat banyak pending karena produksi beberapa negara terganggu juga,” imbuhnya.

Harga batu bara sendiri melemah kemarin setelah menjalani rally panjang selama lima hari. Pada perdagangan Senin (27/2/2023), harga batu bara kontrak April di pasar ICE Newcastle ditutup di posisi US$ 197 per ton. Harganya melemah 3,55%.

Pelemahan ini adalah yang pertama kali dalam sepekan terakhir. Dalam lima hari perdagangan sebelumnya, harga batu bara terus merangkak naik dengan penguatan mencapai 13,8%. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles