Rekor Abad Ini, Bank Sentral Swiss Rugi Rp 2.200 T

Jakarta – Pada tahun 2022, Bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), membukukan kerugian tahunan sebesar 132 miliar franc Swiss atau Rp 2.200 triliun. Angka ini merupakan kerugian terbesar yang dialami bank sentral itu selama 115 tahun terakhir. Rekor kerugian ini terjadi di tengah inflasi Swiss yang tinggi.

Dalam rilisnya Senin, (9/1/2023), hal ini disebabkan oleh jatuhnya pasar saham dan pendapatan. Penguatan mata uang franc juga berdampak negatif pada performa keuangan bank sentral itu.

Satu-satunya hal positif adalah kepemilikan emas SNB yang mencapai 1.040 ton pada akhir tahun 2021 dan memperoleh nilai 400 juta franc selama tahun 2022.

“Kerugian tahun 2022 berarti bank sentral tidak akan melakukan pembayaran seperti biasa kepada pemerintah pusat dan daerah Swiss,” tulis rilis itu dikutip Reuters. Tahun lalu SNB membayar 6 miliar franc.

Namun, kerugian tersebut tidak mungkin berdampak pada kebijakan SNB. Bank sentral itu menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2022 karena setelah pimpinannya Thomas Jordan bergerak untuk membendung inflasi Swiss yang tinggi.

Berita Terkait:  Tidak Dinaikkan, BI Tahan Suku Bunga Acuan

“Kerugian kolosal SNB sama sekali tidak akan mengubah kebijakan moneternya,” kata Karsten Junius, seorang ekonom di J.Safra Sarasin. “Reputasi SNB yang tinggi membuatnya tidak perlu mengubah apa pun.” (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles