Harga Tiket Pesawat Turun, Penyebabnya Harga Avtur

Jakarta – Seiring dengan harga avtur yang melandai, harga tiket pesawat terpantau mulai menurun. Meski memang belum kembali ke harga seperti sebelum pandemi Covid-19 merebak. Tapi ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna jasa transportasi udara mengingat tingginya harga tiket pesawat yang dikeluhkan sebelumnya.

Melansir situs penjualan harga tiket pesawat yang dilihat Senin (9/1/2023), kini mulai banyak harga tiket yang ditemui lebih terjangkau pada bulan-bulan lalu.

Seperti rute penerbangan Jakarta-Bali kini banyak harga tiket termurah dengan harga Rp 710 ribu dengan maskapai Trans Nusa. Seperti yang terjadi pada penerbangan akhir pekan ini Sabtu (14/1/2023) pukul 14.15 – 16.50.

Begitu juga dengan maskapai lainnya seperti Super Air Jet dan Lion Air juga memberikan harga tiket murah mencapai Rp 712 ribu pada hari penerbangan yang sama.

Sedangkan Air Asia, Pelita Air, Citilink, Batik Air menawarkan harga tiket termurah mulai dari Rp 778 ribu – 865 ribu per orang.

Harga ini lebih murah ketimbang dari awal Desember lalu, dimana berdasarkan catatan CNBC Indonesia (12/1/2023), harga tiket pesawat yang ditemui sempat berkisar antara Rp 1,3 juta – 3,3 juta untuk kelas ekonomi untuk penerbangan langsung maupun transit.

Berita Terkait:  Jokowi Optimis Tahun Depan Upacara Kemerdekaan di IKN

Contoh lain seperti rute Jakarta – Surabaya juga cukup mahal dengan harga tiket berkisar Rp 1 – 1,2 jutaan.

Dari harga tiket termurah saat ini pada penerbangan Sabtu (14/1/2023) mencapai Rp 674 ribu dengan maskapai Lion Air 15.30 – 17.00.

Sedangkan maskapai lainnya seperti Pelita Air, Super Air jet, Citilink, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia pada waktu penerbangan yang sama berkisar antara Rp 669 ribu – Rp 1,5 juta.

Begitu juga untuk rute Silangit-Jakarta. Untuk keberangkatan 7 Januari 2023 pukul 14.10 WIB masih dibanderol sekitar Rp2,2 juta dengan maskapai Batik Air, pada penerbangan tanggal 10 Januari 2023 pukul 12.10 WIB, harganya sudah turun jadi sekitar Rp1,7 juta dengan maskapai yang sama.

Harga avtur turun

Penurunan harga tiket pesawat ini juga tidak lepas dari penurunan harga avtur.

Mengutip harga avtur dari One Solution Pertamina, harga avtur terbaru untuk periode 1 – 14 Januari 2023 di Bandara Soekarno Hatta (CGK) turun tipis dari periode sebelumnya. Yakni menjadi Rp 15.136 per liter dari harga sebelumnya Rp 15.170 per liter, untuk pengisian rute domestik.

Berita Terkait:  Imbas dari Ekonomi China, Harga Minyak Naik 2%

Sementara untuk pengisian rute internasional UScent 88,3 per liter dari UScent 88,5 per liter, pada periode yang sama.

Harga saat ini turun 18% jika dibandingkan harga pertengahan tahun 1 – 14 Juli 2022, dimana harga avtur untuk pengisian domestik mencapai 18.431 per liter dan USCent 113 per liter untuk rute internasional.

Namun jika dibandingkan awal tahun 2022 harga saat ini masih jauh di atas. Dimana tercatat pada periode 1 – 14 Januari 2022 harga avtur 10.544 per liter untuk rute domestik dan UScent 67 per liter untuk rute internasional.

Penurunan harga avtur juga terjadi pada bandara lainnya, seperti bandara Ngurah Rai Bali (DPS), juga mengalami penurunan menjadi Rp 17.318 per liter dari harga sebelumnya Rp 17.685 per liter di dua minggu sebelumnya.

Begitu juga untuk rute internasional menjadi UScent 101 per liter dari UScent 103 per liter.

Sedangkan periode 1 – 14 Januari 2022 harga avtur bertengger pada Rp 11.460 per liter untuk pengisian domestik, dan UScent 73,7 rute internasional.

Belum Menyamai Harga Sebelum Pandemi

Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, avtur memang salah satu komponen penentu harga tiket pesawat. Tapi dengan berkurangnya jumlah armada pesawat membuat harga tiket belum bisa turun signifikan hingga menyamai tahun 2019 silam.

Berita Terkait:  Kementerian Keuangan Bagikan THR ke 1,3 Juta PNS

Pasalnya, kata dia, permintaan sedang naik namun pasokan masih terbatas.

“Harga nggak banyak berubah paling turun juga Rp 100 – 120 ribu,” kata Arista.

Dia juga mengkritisi maskapai yang lambat dalam melakukan penyesuaian harga tiket pesawat ketika harga avtur turun.

“Seperti sengaja di lambat-lambatin maskapai Indonesia, ini nggak fair minyak turun sudah sebulan dua bulan baru koreksi,” kata Arista.

“Melihat penurunan harga minyak itu wait and see dulu, sebulan dua bulan flat. sedangkan penyesuaian Pertamina cepet,” tambahnya.

Selain itu Arista melihat pertumbuhan industri penerbangan mencapai 15% pada tahun ini melihat dicabutnya aturan PPKM, mendekati tahun politik, hingga pembangunan yang masif di Ibu Kota Nusantara.

Sehingga dengan jumlah armada yang beroperasi saat ini sekitar 311 pesawat dari masa sebelum pandemi mencapai 800 – 900 pesawat, membuat harga tiket pesawat akan sulit turun. Meski sudah ada upaya dari maskapai untuk menambah jumlah armada.

“Tapi prosesnya lama, paling 2 – 3 biji bisa didatangkan,” katanya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles