Hotel Langka, Jamaah Umrah Biaya Ekstra

Jakarta – Jamaah umrah harus rela mengeluarkan biaya tambahan dalam ibadah ke Arab Saudi awal tahun ini. Pasalnya, biro perjalanan penyelenggara umrah kesulitan mendapatkan hotel di Mekkah dan Madinah Arab Saudi, kalaupun ada harganya mahal. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah jamaah umrah yang tinggi. Keterbatasan akomodasi ini membuat harga melonjak naik.

“Dalam bulan Desember dan awal Januari ini terjadi supply dan demand yang luar biasa, sehingga harga hotel melonjak tinggi dikarenakan permintaan yang cukup tinggi,” kata Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, dikutip Selasa (3/1/2023).

Selain itu persaingan antara biro perjalanan dari banyak negara juga membuat suplai kamar hotel makin menipis.

“Selain dari sesama travel dalam negeri (Arab Saudi), hingga sesama negara Indonesia dengan biro perjalanan Pakistan, Turki dan negara lainnya terjadi persaingan mendapatkan hotel mulai dari bintang 3 sampai 5,” jelasnya.

Tidak hanya antara biro perjalanan, persaingan juga disebabkan platform aplikasi pemesanan hotel seperti booking.com, agoda juga membuat jatah dari biro perjalanan semakin sedikit.

Berita Terkait:  Tangkas Motor Listrik Keluarkan Program Servis Tanpa Perlu Hadir Ke Bengkel

“Mereka juga mempunyai blocking-an hotel tersebut, sehingga persaingan menjadi ketat. terjadilah peningkatan harga,” katanya.

Sehingga saat ini biro perjalanan harus menjelaskan kepada calon jamaah untuk, melakukan penambahan uang untuk mendapatkan hotel yang lebih mahal atau melakukan perubahan hotel. Namun Syam menegaskan tambahan biaya ini tidak bisa disamaratakan, tergantung dari hotel yang dituju.

“Sehingga travel harus mau memberikan penjelasan kepada jamaah mau menambahkan uang untuk mendapatkan hotel lebih mahal atau mengubahnya ke hotel yang setara,” katanya.

Tapi dia mencontohkan kenaikan harga kamar tidak sampai 300%, seperti pembelian kamar hotel untuk calon jamaah di Indonesia bagian timur, kini tidak lagi mendapatkan harga yang murah seperti sebelumnya.

“Harga normal US$ 1.000 kita dikasih US$ 700, sehingga bisa menekan dengan harga murah. Sementara orang sekitar jazirah Arab harga satu kamar biasanya US$ 1.000 termasuk di sistem online harga publishnya US$ 1.000,” kata nya.

“Tapi sekarang harga US$ 700 itu penuh bahkan tidak diberikan, yang ada harga US$ di kali sekian kamar itu berlipat ganda kenaikannya,” tambahnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles