Jurus Erick Thohir Benahi BUMN Kurangi Utang, Cegah Pemborosan!

Jakarta – Langkah-langkah strategis dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membenahi kinerja BUMN. Erick Thohir ingin merubah persepsi yang beranggapan bahwa perusahaan negara selama ini merupakan beban negara dengan melakukan pembenahan melalui program transformasi BUMN. Hasilnya, neraca keuangan mengarah positif.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah pembentukan holding dan sub holding seperti yang diterapkan pada PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Menurutnya, ada pemborosan yang terjadi pada kedua perusahaan tersebut.

Melalui pembentukan holdong dan sub holding, maka laporan keuangannya dapat terpisah dan terlihat jelas arus dana perusahaan yang mempengaruhi kinerja perseroan. Selain itu, Kementerian BUMN pun dapat mudah melakukan pemeriksaan keuangan.

“PLN bukunya sekarang dipisahkan supaya gampang periksanya. Sama Pertamina juga, bukunya dipisahkan antara hulu, hilir, kapal,” ujarnya dalam konferensi pers di gedung Kementerian BUMN Jakarta, Senin (2/1).

Sehingga, kata Erick, jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab atau ada indikasi tindak pidana korupsi dapat segera dieksekusi.

Berita Terkait:  Prabowo Undang Mahfud ke Hambalang: Saya Minta Beliau Kasih Tausiyah

“Jadi kelihatan pas diperiksa, ada pemborosan kita cut, korupsi kita sikat. Supaya makin sehat,” sebutnya.

Erick menambahkan, sejak melakukan transformasi, ada kesepakatan dari tiga kementerian yaitu, Menteri Keuangan dan Menteri ESDM terkait percepatan pembayaran subsidi dan kompensasi. Erick mengatakan hal ini baru pertamakali terjadi.

Hal tersebut merupakan hasil dari sinergi antarkementerian yang tak lagi mengedepankan ego sektoral. Sehingga, membuat seluruh daya menjadi lebih transparan. Namun, Erick meminta PLN dan Pertamina tidak terlena dengan kebijakan percepatan pembayaran subsidi dan kompensasi.

Erick menyebut, saat ini utang PLN telah turun menjadi sekitar Rp 404 triliun hingga Rp 406 triliun dengan adanya kebijakan tersebut. Kondisi ini membuat PLN jauh lebih sehat. Erick mengatakan jika sudah sehat, PLN mampu untuk berinvestasi lebih besar dalam pengembangan EBT.

“Jangan cepet dibayarnya, PLN dan Pertamina masih bussiness as usual. Harus dibongkar mindsetnya. Waktu itu saya tekan capex mesti turun, jangan foya-foya dan ada markup. Buktinya bisa turun 25-35 persen di PLN, artinya pemborosan itu pernah terjadi,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles