Pendaftaran Kartu Prakerja 2023 Dilanjutkan dan Dinaikkan Besarannya!

Jakarta – Keputusan dilanjutkannya pendaftaran kartu prakerja untuk tahun 2023 membawa angin segar. Pasalnya, program pemerintah ini justru menambah besaran insentif yang diterima oleh peserta kartu prakerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, seiring dengan melandainya kasus pandemi Covid-19, Pemerintah melakukan penyesuaian skema Kartu Prakerja dari semula semi bantuan sosial (bansos) menjadi skema normal pada 2023.

Program Kartu Prakerja tersebut akan lebih fokus pada bantuan peningkatan kemampuan dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

“Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Cipta Kerja ini seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (1/1/2023).

Dengan pelaksanaan skema normal itu, pemerintah turut menyesuaikan besaran bantuan yang diterima peserta menjadi senilai Rp4,2 juta per individu. Rincian berupa bantuan biaya pelatihan Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.

Berita Terkait:  Masuk – Keluar Jogja Harus Lengkapi Syarat Ini di Pos Penyekatan

Sebagai informasi, pada 2022, total bantuan yang diberikan pemerintah dalam program Kartu Prakerja sebesar Rp3,55 juta per peserta. Terdiri dari biaya pelatihan Rp1 juta, insentif setelah pelatihan Rp2,4 juta yang diberikan sebanyak empat kali selama empat bulan (Rp600 ribu per bulan), dan insentif survei Rp150 ribu.

“Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang,” ungkap Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga mengungkapkan, pendaftaran Kartu Prakerja akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran, serta memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program Kartu Prakerja.

Sebagai informasi, pada 2022, Program Kartu Prakerja telah memiliki peserta sebanya 3,46 juta orang dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Total peserta sejak awal pelaksanaan program pada April 2020 hingga kini mencapai 14,9 juta penerima.

Berdasarkan jumlah peserta pada 2022, sebanyak 53,6% di antaranya berasal dari 212 kabupaten/kota target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles