Tersisa 9 Tahun Lagi Cadangan Minyak RI

Jakarta – Minyak adalah sumber daya alam tidak dapat diperbarui. Apabila tidak ada temuan-temuan produksi minyak yang baru, minyak bumi bisa habis. Di Indonesia, Cadangan minyak bumi yang ada dikabarkan hanya tersisa sekitar 9 – 12 tahun lagi. Pemerintah Indonesia perlu waspada.

Dalam catatan Komisi VII DPR, cadangan minyak RI dipantau hanya tersisa 2,4 miliar barel saja.

“Minyak tinggal 2,4 miliar barel saja. Bayangkan, kalau tidak ditemukan yang baru, hanya sampai 9 tahun – 12 tahun saja. Inilah problem energi kita, konsumsi kita sekian tetapi liftingnya sekian,” ungkap Kepala Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, Kamis (22/12/2022).

Yang menjadi masalah utama, kata Sugeng, saat ini konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat RI mencapai 1,430 juta barel per hari (bph). Sementara lifting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 hanya mencapai 660 ribu bph.

“Produksi minyak rata-rata 630 ribu bph saja. sangat rentan kalau hanya mengandalkan blok-blok tertentu,. Sudah gitu lifting nasional anjlok 590 ribu bph,” ungkap Sugeng.

Berita Terkait:  Faktor Harga Batu Bara Diprediksi Terus Menurun

Saat ini seperti diketahui, kata Sugeng, Indonesia mengandalkan dua blok minyak terbesar di Indonesia yakni Blok Rokan dan Blok Cepu.

Untuk mendukung produksi minyak tanah air, Sugeng bilang, diperlukan penyelesaiannya Revisi Undang-undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas). Utamanya berkenaan dengan legitimasi hukum keberadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

“Jadi payung hukum keberadaan SKK Migas yang saat ini berupa Perpres harus di bawah Undang-undang,” tandas Sugeng. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles