Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Muhammad Iqbal Sebut Pentingnya Pembangunan Karakter Bangsa

Agam – Anggota MPR RI H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com. kembali menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, yaitu pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Kegiatan yang digelar di rumah tokoh adat, Kabupaten Agam pada Sabtu (24/12/2022) itu diikuti sebanyak 150 orang.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut diikuti para tokoh masyarakat dan pemuda-pemudi nagari maninjau Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Narasumber sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut adalah anggota DPR RI/ MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com. Dalam kegiatan itu, ia menegaskan pentingnya pembangunan karakter bangsa.

“Saatnya kita lebih memberikan perhatian yang lebih besar pada pembangunan karakter bangsa,” ujar Iqbal disambut antusias peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP MPR RI ini, hancurnya sebuah negara dimulai dari hancurnya karakter bangsanya. Iqbal tidak menginginkan hal itu terjadi di Indonesia.

Ia kemudian menerangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Berita Terkait:  Testing 3 Ribu Siswa PTM di Banyuwangi, 1 Siswa Terdeteksi Positif COVID-19

Berdasarkan data BPS, IPM Indonesia tahun 2022 mencapai 72,91 poin. Angka ini meningkat sekitar 0,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 72,29 poin.

Perolehan IPM Indonesia pada tahun 2022 tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat ke-114 dari 191 negara.

Fakta lainnya, kata Iqbal, terdapat kesenjangan IPM di berbagai wilayah. Ia mencontohkan Jakarta yang memiliki IPM tertinggi sebesar 81,65 poin, sedangkan Papua memiliki IPM 61,39 poin.

Sementara untuk indeks IPM pada 7 provinsi lainnya berada pada kisaran 60 hingga 70 poin.

Dikatakannya, pembangunan karakter bangsa inilah yang terus diperjuangkannya melalui pemasyarakatan empat pilar kebangsaan. Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini kemudian menjelaskan secara rinci empat pilar tersebut.

Pertama adalah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral dan alat pemersatu bangsa. Kedua, UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional.

“Tidak boleh ada undang-undang yang bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945. Kalau ada undang-undang yang bertentangan, maka undang-undang itu bisa dibatalkn, direvisi atau disesuaikan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Kawal Peredaran Obat Sirup, GMPI Jatim Datangi BPOM Surabaya

Pilar kebangsaan ketiga yang dijelaskan legislator PPP dari Dapil Sumatera Barat II ini adalah NKRI sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi. Lalu keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa.

“Empat pilar kebangsaan ini menjadi fondasi bangsa Indonesia,” pungkasnya

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles