Ramalan India Akan Datangnya Krisis Keuangan Baru

Jakarta – Krisis keuangan baru akan segera datang, hal ini diperingatkan oleh India. Kejatuhan pasar kripto baru-baru ini menjadi pemicu utamanya.

Menurut Gubernur Bank India Shaktikanta Das, keruntuhan FTX merupakan buktinya. FTX sendiri merupakan perusahaan penukaran kripto senilai US$ 32 miliar yang tiba-tiba mengajukan kebangkrutan November lalu dan menyeret pendirinya Sam Bankman-Fried ke tuduhan penipuan.

“Bukti dari risiko inheren sektor tersebut,” tegasnya dimuat AFP, Rabu (21/12/2022).

Komentar ini ia ucapkan di sebuah acara industri di negeri itu. Ia merujuk jutaan pemilik kripto di India, yang sudah terhuyung-huyung akibat keruntuhan pasar global dan pajak domestik yang tinggi.

“Tidak seperti produk lain, perhatian utama kami tentang kripto adalah bahwa ia tidak memiliki (nilai) dasar apa pun,” kata tegasnya.

“Pandangan kami adalah bahwa itu harus dilarang karena … jika Anda mencoba untuk mengaturnya dan membiarkannya tumbuh, harap tandai kata-kata saya: krisis keuangan berikutnya akan datang dari mata uang kripto swasta,” ujarnya.

Di India sendiri, kripto telah berada di bawah pengawasan regulator sejak pertama kali memasuki pasar lokal hampir satu dekade lalu. Dengan meningkatnya transaksi penipuan yang menyebabkan larangan bank sentral pada tahun 2018.

Berita Terkait:  Pencapaian IHSG & Pasar Modal RI Periode 2022

Mahkamah Agung India mencabut pembatasan dua tahun kemudian. Hal tersebut membuat pasar melonjak, didukung oleh platform perdagangan lokal yang sedang berkembang serta dukungan selebriti.

Tetapi pengenalan pajak 30% atas keuntungan dari perdagangan “mata uang pribadi” di negeri itu mengakibatkan volume perdagangan menyusut. Bahkan hingga sepersepuluh dari ukuran sebelumnya.

Sementara itu, Reserve Bank of India tahun ini memperkenalkan rupee digitalnya berdasarkan teknologi blockchain. Itu dimaksudkan untuk menurunkan biaya transaksi komersial karena ekonomi India menjadi kurang bergantung pada mata uang kertas.

Bulan lalu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyerukan peningkatan regulasi mata uang swasta untuk membasmi pendanaan terorisme. Modi juga mengatakan tahun lalu bahwa mata uang kripto, Bitcoin, menghadirkan risiko bagi “generasi muda dan dapat merusak masa muda jika berakhir di tangan yang salah”. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles