Menteri Investasi bereaksi setelah RI Kalah Gugatan Nikel di WTO

Jakarta – Indonesia kalah dalam gugatan yang dilayangkan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Pemerintah memastikan akan tetap pada pendiriannya untuk menggenjot hilirisasi nikel dan menyetop ekspor dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah dipastikan akan melakukan banding. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia tidak akan gentar atas kekalahan yang terjadi.

“Pemerintah Indonesia tidak akan gentar sedikitpun untuk menghadapi urusan ini. Sampai di lubang jarum pun kita akan hadapi WTO-WTO ini,” kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (14/12/2022).

Indonesia harus menjadi negara berdaulat. Hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah disebut harga mati dalam rangka memberikan nilai tambah.

“Kita akan melakukan banding. Negara kita ini sudah merdeka, nggak boleh ada yang mengintervensi negara kita. Masa yang lain boleh mainkan seperti itu, kita nggak boleh,” tegas Bahlil.

Bahlil lantas mencontohkan ada sebuah negara adidaya yang menggunakan pajak progresif impor kepada salah satu negara tertentu ketika membangun industri baterai kendaraan listrik. Di saat yang bersamaan ketika industri itu dibangun di negaranya, dia akan memberikan insentif US$ 7.000-8.000.

Berita Terkait:  Menteri PUPR Pantau Lansung Pekerja Irigasi di Food Estate Kalteng

“Jadi sebenarnya ini cara yang ambigu,” tuturnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles