Hari Pahlawan 2022, Arwani Thomafi Paparkan Resolusi Santri di Era Digital

Jakarta – Santri memiliki kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi dalam acara silaturahmi sosialisasi empat pilar MPR RI bersama Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) di Ruang BAKN, Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Arwani kemudian menceritakan perjuangan para santri dahulu yang ikut perang melawan penjajah. Dengan alat seadanya dan semangat juang yang tinggi, para santri tidak gentar sedikit pun berjuang untuk merebut kemerdekaan RI.

“Santri dengan semangat daya juangnya yang tinggi, soliditas yang luar biasa, bisa mengalahkan sekutu, sampai terbunuhnya jenderal malabi. Itu diawali dengan resolusi jihad pada bulan Oktober sebelumnya,” ujar Arwani.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, santri di era digital bukan hanya sebagai penikmat konten, melainkan juga sebagai produsen konten di media sosial. Konten yang diproduksi kalangan pesantren di platform media sosial pun meningkat.

Dikatakannya, terdapat resolusi santri di era digital. Pertama, manfaatkan digital untuk penguatan kapasitas diri (informasi/ pengetahuan/ keterampilan, dan lain-lain).

Berita Terkait:  Ridwan Kamil Berencana Terapkan Kurikulum 4.0 Pada Siswa SMK

Resolusi santri di era digital yang kedua adalah peningkatan keimanan dan ketakwaan dengan mendengar atau menonton konten keagamaan yang positif. Ketiga, agen positif penyebaran konten positif di publik.

“Keempat, produksi konten keagamaan positif di lingkungan masing-masing, disebarkan konten ceramah kiai-kiai di lingkungan, kegiatan keagaamaan dan lain-lain,” terang Arwani.

Pegiat Media Sosial Abdul Malik menambahkan, di era digital banyak peluang santri bisa tampil dan mengisi ruang-ruang media sosial. Hal ini supaya media sosial diisi dengan konten-konten keagamaan, bukan seperti konten kebaya merah dan lainnya.

“Smartphone jangan hanya digunakan untuk nonton dan telpon, kita gunakan untuk mendorong produktifitas di medsos. Masih banyak peluang kita mendorong dunia maya dengan aktifitas keagamnaan, jangan cuma sambo, kebaya merah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles