GMF Culture Festival, Menpora Dorong Para Pemuda Hadapi Bonus Demografi

TANGERANG – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengatakan dalam menghadapi bonus deografi Kemenpora harus mendorong kratifitas pemuda, inovatif, mandiri, miliki daya saing serta berjiwa wirausahawan. Hal tersebut disampaikan dalam acara Garuda Maintenance Facility (GMF Culture Festival) 2022.

“Dalam menghadapi Bonus Demografi ini, kami di Kemenpora memiliki program prioritas. Kami mendorong supaya anak muda kita menjadi kreatif, inovatif, mandiri, berdaya saing dan memiliki semangat interpreneurship,” kata Menpora Amali saat menjadi keynote speaker acara GMF Culture Festival 2022 di Hanggar DC-9, GMF AeroAsia Komplek Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang, Banten, Jumat (26/8/2022).

Menpora Amali sangat mewanti-wanti, kepada seluruh pemuda Indonesia agar menjadi kreatif dan memiliki semangat berwirausaha agar berguna di tengah masyarakat, terlebih saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi Bonus Demografi, dimana peran pemuda sangat besar dan harus diarahkan ke hal-hal positif serta membangun.

“Dalam bonus demografi ini adalah sebuah kesempatan, untuk itu kita harus betul-betul memanfaatkan bonus demografi ini agar para pemuda tidak menjadi beban negara,” ujar Menpora Amali pada acara yang bertemakan ‘Connecting Our Culture Through Collaboration’ ini.

Berita Terkait:  Rekomendasi Wisata di Malam Hari yang Indah Saat Berlibur ke Jogja

Kemenpora telah memiliki program prioritas untuk para pemuda. Kemenpora bekerjasama dengan 35 perguruan tinggi di Indonesia. Program itu didorong mulai dari minat untuk berwirausaha, memberikan pendampingan hingga fasilitasi dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan BUMN dan swasta yang bonafit. 

“Jangan sampai lulusan perguruan tinggi menjadi beban negara dengan menjadi job seeker, tetapi harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau job creator baik untuk dirinya dan lingkungannya. Itu bisa tercipta jika semangat kewirausahawannya ada,” sebut Menpora Amali.

Menurut Menpora Amali, pemuda saat ini berbeda dengan diawal kemerdekaan, para pemuda ketika pergantian dari orde lama ke orde baru, dari reformasi dan saat ini sangat-sangat berbeda. 

“Dulu anak muda senang berorganisasi, saat ini lebih mengidolakan siapa yang sukses di olahraga, siapa tokoh startup dan sebagainya. Misalnya para pemuda di GMF ini, fasilitasi mereka di bidang olahraga baik futsal, bulutangkis dan sebagainya. Dengan begitu semangat produktifitas mereka akan naik,” ujar Menpora.

“Hasil penelitian, minat pertama muda saat ini adalah berolahraga, apalagi di masa pandemi kemarin. Masyarakat mulai bergerak dan bugar sehingga kita juga dapat manfaatnya sangat mudah mencari atlet berbakat dan berprestasi. Ini pasar luar biasa, untuk itu industri olahraganya juga sangat berkembang,” tambah Menpora Amali.

Berita Terkait:  PP GMPI Gelar Buka Bersama Sekaligus Santunan ke Anak Yatim Piatu

Acara yang digelar beberapa hari ini juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan seperti bazaar, band performance, jingle akhlak competition, stand up comedy hingga doorprice. Nampak hadir dalam acara ini Dirut Aero Asia Andi Fahrurrozi, Tenaga Ahli Menteri selaku Dewan Komisaris Gatot S. Dewa Broto, Direktur Tekhnik PSSI Indra Sjafri, Coach Bima Sakti, serta Kapten Timnas U-16 Muhammad Iqbal Gwijangge.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles