KKNM Unsub serahkan bantuan gerombak sampah kepada Ketua Bumdes Gempol

SUBANG – Perwakilan mahasiswa KKNM (Kuliah kerja nyata Mahasiswa) Universitas Subang Desa Gempol menyerahkan bantuan stimulan gerobak sampah kepada Ketua Bumdes di halaman Kantor Desa Gempol Pusakanagara pada hari kamis tanggal 25 Agustus 2022.

Hadir dalam acara tersebut dari Perwakilan Desa, Ketua Bumdes, Ketua BPD dan Dekan Fakultas Teknik serta Dosen Pembimbing Lapangan.

Terkadang untuk menjalankan usaha dibutuhkan ide yang inovatif, mahasiswa kknm desa gempol memotret ada permasalahan dari penanganan sampah namun disis lain juga melihat peluang usaha dari kegiatan tersebut. sebagai stimulan program mahasiswa menyerahkan bantuan gerobak sampah untuk pengembangan usaha Bumdes.

“Sesuai dengan tema KKNM yaitu Program Inovasi Desa dan Pemberdayaan Bumdes kami membuat Program kerja untuk Bumdes dengan membuka peluang usaha berupa Bank Sampah, hari ini sebagai modal awal kami serahkan bantuan berupa gerobak sampah dorong” ujar Novan Ketua Kelompok KKNM Desa Gempol.

Ketua Bumdes saat ditemui di lokasi mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa atas bantuan yang diberikan dan berharap bisa menjadi bermanfaat.

Berita Terkait:  Pemkab Bangkalan Gelar Bimtek Panitia Pilkades 2021

“Kami ucapkan terima kasih dan kami terima bantuan ini semoga bisa bermafaat untuk warga dan menjadi modal untuk Bumdes bisa berkembang ” ujar ketua Bumdes.

Ide – ide dari mahasiswa diakuinya memberikan pencerahan dan membuka wawasan agar Bumdes ini bisa berkembang, yang tadinya selalu berfikir harus ada modal dulu.

“Setelah kami banyak berdiskusi dengan mahasiswa peluang usaha di Gempol mulai terbuka, ada di sektor pertian, produk cemilan lokal dari ibu2 UMKM dan buah mangga di desa kami juga kebunnya cukup luas” ujar ketua Bumdes menambahkan

Ketua BPD Desa Gempol mengapresiasi mahasiswa kknm Unsub atas program yang digagasnya. Terkait penanganan sampah sudah menjadi perhatian Pemdes Gempol, bahkan sudah mengusulkan proposal untuk program P3R kepada pemerintah Pusat. Lahan untuk pembangunannya juga sudah ada, yaitu dari tanah wakaf keluarga kepala desa.

“kami apreasiasi adik mahasiswa Kknm, problem sampah menjadi perhatian kami, yang kami usulkan untuk dapat program P3R dari pemerintah pusat dan untuk lokasinya dibangun di tanah wakaf keluarga pa Kades” ujarnya (*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
25PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: