Hiburan dan Tradisi Banyuwangi yang Bisa Dinikmati Saat Libur Lebaran

Banyuwangi – Lebaran tak cuma jadi momen silaturahmi. Banyak juga orang yang memanfaatkannya untuk berlibur. Nah, salah satu pilihan tempat liburan yang bisa menjadi pilihan utama adalah Banyuwangi. Tak cuma wisata alam, Banyuwangi juga memiliki ragam tradisi yang bisa dinikmati. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Barong Ider Bumi

Suku Using di Desa Kemiren Banyuwangi memiliki tradisi setiap usai Lebaran, namanya Barong Ider Bumi. Ini adalah sebuah ritual adat yang digelar untuk menjauhkan desa dari mara bahaya.

Ritual adat bersih desa ini dilakukan masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi ini setiap tanggal 2 Syawal atau lebaran Idul Fitri hari kedua. Tradisi ini ditandai dengan mengarak barong mengelilingi desa yang diakhiri dengan kenduri masal oleh warga di sepanjang jalan desa.

Tradisi adat ini diawali ritual sembur othik-othik, yakni ritual melempar (menyembur) uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga. Ini dilakukan sebagai lambang membuang sial dari Desa Kemiren.

Selanjutnya warga akan mengarak barong sejauh dua kilometer. Selain warga, para sesepuh juga ikut berjalan mengarak barong-barong tersebut sambil membawa dupa dan melafalkan doa-doa untuk keselamatan seluruh warga.

Berita Terkait:  Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Bumi Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Setelah diarak sejauh dua kilometer, para Barong digiring kembali ke pusaran untuk selamatan bersama. Puncaknya, selamatan dengan menggunakan tumpeng pecel pitik, atau ayam kampung yang dibakar dengan ditaburi kelapa, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan keberkahan.

2. Seblang Olehsari

Ada lagi tradisi rutin lainnya yang digelar setiap bulan Syawal di Banyuwangi, yaitu Tarian magis Seblang Olehsari di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Tradisi ini menghadirkan ritual bersih desa dengan seorang penari perempuan yang dirasuki leluhurnya.

Tarian Seblang rutin digelar setiap awal bulan Syawal, biasanya dimulai sejak 3 Syawal. Tradisi turun temurun ini dipercaya ‎bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk.

3. Puter Kayun

Selain itu juga ada Puter Kayun, yang merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, saat memasuki hari ke sepuluh, bulan Syawal.

Puter kayun adalah ritual menepati janji warga Boyolangu kepada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi.

Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki delman hias dari Boyolangu menuju Watu Dodol. Tidak hanya itu, berbagai hotel di Banyuwangi juga menyiapkan atraksi wisata di tempat mereka.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles