Yahya Cholil Staquf Terpilih Sebagai Ketua PBNU Periode 2021-2026

LAMPUNG – Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Muktamar ke 34 PB NU yang bertempat di Lampung, Jumat, (24/12/2021).

Dalam pemilihan yang disiarkan langsung melalui akun YouTube NU Online, sesudah melewati pemilihan bakal calon Ketua PBNU, Sebanyak dua kandidat dipastikan maju ke pemilihan selanjutnya setelah mendapat dukungan dari 99 suara atau lebih dari 99.

Dari hasil pemungutan suara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mendapat 337 suara, Said Aqil Siradj 210 suara, suara tidak sah 1 dari 548 jumlah suara yang terdaftar. Oleh karena itu, pimpinan sidang menetapkan Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Kutua Umum PBNU.

Ketua Dewan Pengarah Muktamar NU ke-34 Muhammad Nuh mengatakan, sempat terjadi perdebatan panjang terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam sidang pleno 1 Muktamar.

Di penghujung acara Muhammad Nuh berterimakasih ke seluruh media, panitia dan partisipan yang menyukseskan acara Muktamar ke 34 PBNU. Ia juga mengesankan dan menutup persidangan.

Berita Terkait:  Sukses terapkan DBON, Menpora Bangga Atas Capaian Cabor Wushu dan Kickboxing

“Alhamdulillah kita telah menyelesaikan muktamar PBNU ke 34 dengan baik sekali. Saya mendapat pesan dari Kiai untuk menjaga muktamar ke 34 ini dengan sejuk. Atas nama SC saya sampaikan banyak terimakasih,” ucap Nuh.

Sebelum meninggalkan tempat muktamar, Gus Yahya menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh Muktamirin dan harapan kedepannya. Ia berharap NU bisa terus maju dan mempu memberi manfaat bagi agama, negara dan bangsa.

“Terimakasih kepada Muktamirin seluruh Indonesia yang telah menerima lamaran kerja saya, namun lebih dari itu terimakasih atas persetujuan dan kesepakatan bahwa kita akan bekerja bersama-sama sesudah ini. Semoga segala niat baik kita sungguh diliat oleh Allah SWT sebagai layak dan patut dilimpahi Rahmat dan pertolongan-Nya sehingga Nahdatul Ulama terus melangkah maju untuk mengejar cita-cita luruh masa depan yang mulia bagi Nahdatul Ulama bagi bangsa kesatuan republik Indonesia, bagi peradaban ummat manusia,” tutur Gus Yahya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles