Wamenag Zainut Minta Lulusan STIBA Jawab Tantangan Zaman

PAMEKASAN – Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Darul Ulum Banyuanyar (STIBA DUBA) menggelar sidang Senat Terbuka wisuda sarjana ke-1 di Aula STIBA, jalan raya Palengaan, Pamekasan, Senin (20/12/2021).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi, Perwakilan Kemenag Pamekasan, Ketua DPRD Pamekasan Fathurrahman dan sejumlah alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

Dalam sambutannya, Zainut menekankan pentingnya pembangunan sumberdaya manusia guna menghadapi tantangan masa depan.

“Mahasiswa-mahasiswa yang baru di wisuda ini diharapkan mampu melakukan transformasi untuk menjawab tantangan global,” kata Zainut.

Ia juga mengingatkan civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Darul Ulum Banyuanyar (STIBA DUBA) untuk merespon tantangan dan dinamika zaman.

Menurut Wamenag, kemampuan membaca orientasi masa depan masyarakat (future need of the society) yang tepat dan detail sangatlah penting saat ini.

Sehingga, pendidikan tidak memproduksi sesuatu yang sudah tidak lagi relevan dengan tantangan zamannya, baik skills dan knowledge capacity yang dibutuhkan.

Berita Terkait:  FIFA Coret RI Tuan Rumah Piala Dunia, Erick: Saya Sudah Berjuang Maksimal

“Melihat tantangan serta trends semacam ini, saya meminta PTKI jangan terjebak dalam proses pembelajaran yang mengarah kepada upaya mencapai gelar semata (certificate oriented) tanpa diimbangi dengan kompetensi, skills dan knowledge mahasiswa yang memadai,” tegas Wamenag saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Rangka Wisuda itu.

Acara itu dihadiri langsung oleh Ketua STIBA, RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, MA. Waka 1, Waka 2, Waka 3, ketua Prodi Ilmu Bahasa dan Sastra Arab, para pengelola, dan Mahasiswa STIBA Darul Ulum Banyuanyar.

Ketua STIBA Darul Ulum Banyuanyar, para lulusan mahasiswa STIBA bisa terus belajar tidak hanya di bangku kuliah saja, namun bisa menerapkan ilmu yang di dapat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus resmi mendapatkan gelar Sarjana Humaniora. Namun meski sudah lulus jangan pernah berhenti belajar, karena tuntutan belajar adalah dari sejak lahir hingga ke liang lahat.” kata RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, MA. dalam sambutannya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles