Dinkes Bangkalan Sebut Angka Kasus DBD Menurun

BANGKALAN – Angka kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Bangkalan tahun 2021 menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Prosentase penurunannya sebesar 20 persen.

“Dari 104 kasus pada 2020, menjadi hanya 76 kasus tahun ini,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2PL) Dinkes Bangkalan, Mariamah, seperti dikutip dari laman resmi pemkab, Selasa (14/12/202).

Mariamah memaparkan untuk menghindari penyakit menular dari serangan nyamuk itu, dia mengimbau supaya masyarakat menerapkan kegiatan 3M+ (Menguras, Mengubur, Menutup).

Mariamah mengaku, untuk memutus mata rantai penularan DBD maka diadakan tindakan rutin dari Dinkes seperti Pemantauan Jentik Berkala (PJB).

“Kami mengambil sampel dari 100 rumah, supaya mengetahui keberadaan dan presentase jentik,” ucap dia.

Mariamah menjelaskan dari hasil pemantauan tersebut terdapat jentik dari 95 maka bisa berpartisipasi. Namun lanjut dia, jika angka jentik di bawah 95 maka kemungkinan besar akan menimbulkan sebaran DBD yang sangat dahsyat.

“Apalagi Sampai 50 persen,” ujar dia saat ditemui diruangannya.

Karena saat ini memasuki musim penghujan, tentunya akan banyak nyamuk yang bertebaran. Maka dari itu untuk meminimalisir korban DBD pihaknya akan menggerakkan kader-kadernya yang berada di Puskesmas di setiap kecamatan.

Berita Terkait:  Sebelum Shalat Ied, Ruhimat Minta Doa dan Ajak Warga Wujudkan Subang Jawara

“Nanti mereka akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat,” papar dia.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya menjaga kebersihan lingkungan. Karena menurut dia walaupun diadakan kegiatan pemberantas nyamuk jika kondisi di lapangan kumuh maka terasa percuma.

“Intinya menjaga kebersihan,” pungkas dia.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles