Elly Rachmat Yasin Minta Menteri BUMN Waspadai Kegagalan Aksi Korporasi

JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP  Elly Rachmat Yasin meminta pemerintah dalam hal ini kementerian BUMN agar mewaspadai kegagalan aksi korporasi BUMN.

Hal itu disampaikan setelah Menteri Erick Thohir menyampaikan paparannya dengan Komisi VI DPR RI pada hari ini Kamis 02 Desember 2021. Erick menyampaikan akan rencana Initial Public Offering (IPO) dan Right Issue BUMN. Di antara BUMN yang akan IPO yaitu anak usaha Krakatau Steel kemudian holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero). Serta, sejumlah anak-cucu BUMN lainnya di tahun 2021 dan 2022.

“Saya rasa pak Menteri harus mewaspadai kegagalan aksi korporasi, IPO sebenarnya merupakan langkah korporasi yang diharapkan mempunyai nilai positif di masa mendatang, khususnya jika dilakukan oleh BUMN yang memang memiliki saham bagus (blue chip) seperti bank BRI, Mandiri dan BNI. Bahkan bank- bank BUMN ini memiliki kinerja yang bagus di tataran Asia Pasifik. Akan tetapi saya mempertanyakan alasan IPO induk holding PT. Perkebunan Nusantara, yaitu PTPN III dan anak usaha Krakatau Steel karena keduanya merupakan BUMN yang sedang merugi dan mempunyai utang yang menumpuk. PTPN III memiliki utang Rp 47 triliun dan Krakatau Steel memiliki  utang Rp. 31 triliun,” ujar Elly.

Berita Terkait:  Soal Larangan Bukber, Anggota Komisi VIII DPR, Achmad Minta Evaluasi Lagi, Jika Perlu Dicabut

Anggota legislator dari daerah Pemilihan Jawa Barat V/Kabupaten Bogor ini juga meminta agar benar-benar memerhatikan bisnis value agar tidak membuat ambigu investor agar aksi korporasi tidak hanya mengahambur-hamburkan uang BUMN

“Meskipun yang memiliki utang jumbo adalah induk usaha, tetapi calon investor tetap akan melihat bahwa induk dan anak-cucu usaha sebagai satu group bisnis. Kami khawatir IPO mereka dipaksakan sehingga tidak optimal hasilnya,”tegasnya.

“Kami meminta agar tidak menghambur-hamburkan uang BUMN untuk aksi korporasi yang meragukan di tengah tingginya  sentiment pasar. Benahi dulu kinerja operasional dan keuangan PTPN III dan Krakatau Steel, serta anak usahanya. Agar mereka lebih siap melantai di bursa saham  perdana seperti yanh direncanakan,”sambungnya.

Dia juga berharap agar segela elemen pemerintahan waspada dalam penjualan saham sehingga tidak menyebabkan kegagaglan

“Saya berharap kita waspada aksi jual saham agar tidak terjadi kegagalan. Jangan sampai saham dijual sangat murah sehingga kepemilikan saham dikuasai swasta bahkan asing,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles