Pupuk Langka, DPRD Bangkalan Sidak Gedung Penyimpanan Pupuk Urea

BANGKALAN – Sejumlah anggota DPRD Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung penyimpanan bubuk urea di Jalan Socah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Isu yang dibawa mereka adalah permasalahan stok pupuk terjadi di Bangkalan, dan kini kelangkaan pada jenis pupuk urea dialami para petani.

Ketua Komisi B, Rokib, menyebut ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan terkait kelangkaan pupuk tersebut.

“Kami ingin jawaban atas komitmen yang telah disepakati. Jangan dibuat main-main, para petani di Bangkalan menjerit. Jangan sampai kasus kelangkaan seperti beberapa wakti lalu kembali terulang. Pupuk Urea yang sangat dibutuhkan petani kenyataannya kosong,” tegas Rokib.

Kekesalan rombongan anggota Komisi B memang beralasan. Pasalnya, rapat koordinasi (rakor) terkait ketersediaan pupuk bersubsidi yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Bangkalan, Senin (2/11/2021) lalu, telah menelurkan komitmen untuk menjamin kelancaran distribusi pupuk.

Dalam rakor tersebut, Komisi B memanggil semua stakeholder mulai Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, para distributor pupuk, BNI Pamekasan yang berwenang mencetak Kartu Tani, hingga pihak TNI/Polri.

Berita Terkait:  Pemkab Sampang Minta Pedagang Turunkan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14 Ribu

Rapat Dengar Pendapat itu berangkat dari keprihatinan atas kelangkaan pupuk bersubsidi di Bangkalan maupun nasional. Dan setahun kemudian, atau sekarang, kelangkaan pupuk bersubsidi di Bangkalan benar-benar terulang.

“Semua komisi kami undang saat itu, tetapi saat ini kembali terulang. Persoalan ini ada di produsen, karena keterbatasan armada dan itu bukanlah alasan yang konkret. Kami meminta komitmen yang telah disepakati, kejelasan, dan pertanggungjawaban,” cetusnya.

Sebulan lalu, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, pihaknya juga telah duduk bersama Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan dengan komitmen ke depan pada akhir bulan ini kebutuhan pupuk Urea bisa terpenuhi,

“(Distribusi) sempat lancar, hanya dua sampai tiga hari saja. Setelah itu kembali macet,” tukas Rokib.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles