Bejat! Anak Pemilik Kos di Bangkalan Setubuhi Mahasiswi

BANGKALAN – Kasus pemerkosaan penimpa salah seorang mahasiswi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kasus pemerkosaan dialami mahasiswi berinisial M (17) oleh MJE (28) yang tidak lain pelakunya adalah anak dari pemilik kosan yang berada di Jalan Raya Telang, Kamal, Bangkalan.

Korban yang berinisial M tega dinodai oleh MJE saat sedang mengalami menstruasi.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alirano merunut kronologi pemerkosaan yang dilakukan MJE kepada korban sebanyak dua kali.

Kepada Polisi MJE mengakui kejadian tersebut dilakukan di rumah kos milik orang tua MJE di Jalan Raya Telang, Kamal, Bangkalan, pada (14/11) sekitar pukul 02.30 WIB, yang kemudian terungkap setelah adanya laporan ke Polres Bangkalan pada Selasa (20/11) lalu.

“Berdasarkan hasil keterangan dari korban, si korban baru kembali setelah mengerjakan tugas. Sesampainya di kos-kosannya korban diminta mengunci pintu pagar oleh tersangka,” kata AKBP Alith Alirano dalam
rilisnya, Kamis (25/11/2021).

Dalam aksinya, MJE menyetubuhi korban hingga dua kali. Pertama saat korban selesai mengunci pagar, lalu korban dipanggil masuk ke kamar tersangka.

Berita Terkait:  GMPI Penuhi Undangan Muktamar Pemuda PAS Malaysia

Setibanya di kamar, akhirnya tersangka melakukan hal tak senonoh itu terhadap korban.
Sedangkan, kejadian yang kedua disaat korban sedang tertidur di kamarnya, tersangka masuk secara diam-diam melalui jendela yang tidak dikunci, tepatnya pada pukul 08:00 WIB.

“Setelah berhasil masuk ke kamar korban secara diam-diam, dan kemudian terjadilah aksi persetubuhan yang kedua.
Saat disetubuhi korban ini dalam kondisi menstruasi,” imbuh Alith.

Alith mengatakan, pada kejadian tersebut, Polisi berhasil menemukan barang bukti (BB) berupa kaos lengan panjang motif garis warna abu-abu, celana pendek warna kuning, daster warna merah milik korban dan 2 potong pakaian dalam milik korban.

“Bukti lain yang kami dapatkan yaitu hasil visum dari rumah sakit yang jelas ada robekan pada selaput dara, luka lecet ditangan dan lebam di leher,” terang Alith.

Akibat perbuatannya, pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni Pasal 80 Ayat 1 Undang-undang Nmor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UN nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles