PDIP : Andi Mallarangeng Kan Mantan Koruptor, Kok Komentari Pertemuan Megawati, Prabowo dan Puan?

JAKARTA – Ketua Umum Repdem yang merupakan sayap PDI Perjuangan (PDIP) Wanto Sugito menyebut kritikan Andi Alfian Malarangeng terhadap pertemuan Megawati-Prabowo di Istana Kepresidenan, adalah bak menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

“Peribahasa itulah mungkin yang pantas disematkan untuk Andi Mallarangeng kala mengomentari pertemuan Ibu Megawati, Prabowo dan Puan Maharani di Istana Negara saat pelantikan Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Seorang koruptor yang seharusnya saat ini introspeksi diri dan memperbaiki diri tidak elok berkomentar pedas terhadap pertemuan tersebut,” ujar Wanto yang akrab disapa Bung Kluthuk.

“Ini kan jadi lucu, seorang mantan koruptor yang kemarin ditahan 4 tahun karena kasus korupsi Wisma Atlit Hambalang mengomentari pertemuan yang dia sendiri tidak tahu apa yang dibahas oleh ibu Mega, Pak Prabowo dan Mbak Puan di istana. Ngaca diri ajalah, bukan kapasitasnya,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan.

Menurutnya, Andi Alfian tidak perlu memberikan komparasi tentang apa yang terjadi pada jaman SBY ataupun jamannya Jokowi. Justru, kata Wanto, kalau dijabarkan lebih dalam akan membuat, malu Partai Demokrat, partanya Alfian.

Berita Terkait:  Megawati: Pandemi Tidak Boleh Jadi Alasan untuk Tidak Turun ke Bawah

“Seharusnya Andi ini malu dong, kalau bu Mega, Pak Prabowo dan Mbak Puan bertemu berbicara masalah kebangsaan, apa kabarnya saat SBY berkuasa? Istana dipakai untuk merancang apa? Orang bisa berpikir korupsi. Saya tanya balik ke Andi Alfian soal Mega Skandal Hambalang, bagaimana? Seharusnya Andi Mallarangeng menjawab mengapa saksi kunci Hambalang meninggal secara tidak wajar. Jelaskan saja itu dulu baru berkomentar,” tegas Mantan aktivis 98 lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Wanto menjelaskan, pertemuan yang terjadi di Istana tersebut tentunya bukan agenda yang dirancang khusus untuk pertemuan politik. Karena momentum pelantikan Panglima TNI dan semua hadir di acara itu. Sebjngga tidak masalah jika mereka bertemu dan berdiskusi tentang kebangsaan disana.

“Lebih baik Demokrat koreksi ke dalam, mengapa orang yang pernah kena kasus narkoba, dan korupsi masih ditampung dan bahkan menjadi elit le partainya loh. Ampun deh,” pungkas Wanto.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles