Pemkab Bangkalan Punya Aplikasi Untuk Sisir Warga Miskin

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kini memiliki aplikasi Sistem Data dan Layanan Sejahtera bersama Bupati (Sidaya Sehati). Program Sidaya Sehati merupakan aplikasi yang sengaja dibuat untuk memvalidkan data masyarakat miskin di lapangan berdasarkan kategori sangat miskin, miskin, dan rentan.

Rencananya, aplikasi tersebut akan mulai diterapkan pada pengentasan kemiskinan ekstrem di 25 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagio Suharta mengatakan, sudah koordinasi dengan setiap kepala desa (kades) dan pendamping desa untuk menyisir data di 25 desa di lima kecamatan yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Insyaallah pendataan ini akan dimulai akhir November ini. Apakah benar-benar miskin secara riil atau seperti apa. Disamping itu, kami juga ingin memiliki data sendiri, karena setiap tahun pasti ada perubahan data gakin,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, terdapat tiga kriteria dalam penerapan pendataan. Masing-masing, warga yang dinyatakan miskin harus melampirkan foto minimal 7 foto kondisi rumah dan lingkungan, memasukkan titik koordinat lokasi rumah, wajib menjawab 16 pertanyaan yang sudah tersedia di aplikasi Sidaya Sehati dan sesuai dengan regulasi Kemensos Nomor 146 tahun 2013 tentang Kriteria Masyarakat Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Berita Terkait:  KPU Tetapkan Fauzi-Eva dan Fattah Jasin-Ali Fikri Sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep

Dimana setiap pertanyaan memiliki skor 100 untuk jawaban penghasilan atau kondisi terendah dan paling besar skor 300 dengan penghasilan tinggi. Sedangkan untuk realisasi pendataan di lapangan, setiap pendamping masing-masing desa harus terjun meninjau langsung kondisi masyarakat.

“Foto ini sifatnya online. Jadi harus diperbaharui setiap saat, agar pengambilan tidak bisa dari foto lama,” ucapnya.

Lebih lanjut Wibagio menjelaskan, pendataan baru itu harus berakhir pada Januari 2022 mendatang. Sebab data dari Kemensos RI belum ada kevalidan data kemiskinan.

“Tahun 2024 Bangkalan harus tidak ada kategori dengan kemiskinan ekstrem. Nanti ada program yang mengarah ke infrastruktur, program usaha ekonomi produktif dan bantuan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu. Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni saat memimpin rapat pendataan baru itu menyampaikan, untuk teknisnya harus dijelaskan secara detail terhadap para pendamping desa yang akan melakukan kroscek ke lapangan. Sehingga pengentasan kemiskinan ekstrem mampu mengkaver semua sektor.

“Mulai nanti juga akan ada program bedah rumah yang akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” responnya.

Berita Terkait:  Bupati Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Pemancing yang Tenggelam

Bahkan dengan adanya aplikasi Sidaya Sehati nantinya bisa melakukan pemotretan di 25 desa tersebut. Diharapkan, pendamping desa dan juga tim Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) bisa melakukan pendataan baru tersebut. Sehingga kedepan bisa diketahui mengenai angka kemiskinan secara riil.

“Karena tahun 2024 Bangkalan harus tuntas dari kemiskinan ekstrem,” tegasnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles