Testing 3 Ribu Siswa PTM di Banyuwangi, 1 Siswa Terdeteksi Positif COVID-19

Banyuwangi – Satgas COVID-19 Banyuwangi menemukan 1 siswa positif COVID-19, ditemukan saat melakukan random sampling rapid test antigen terhadap 3.000 siswa yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM).

Siswa yang terpapar itu berasal dari SD di Kecamatan Muncar. Berdasar hasil pelacakan (tracing) yang dilakukan Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi, tidak satu pun kontak erat siswa tersebut yang tertular COVID-19.

Diketahui, pemeriksaan tes antigen yang dilakukan secara acak tim Satgas COVID-19 kecamatan setempat pada testing yang digeber 4 November lalu.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono membenarkan adanya satu siswa yang terjangkit COVID-19 tersebut.

“Iya benar. Ada satu siswa SD di wilayah Kecamatan Muncar yang terkonfirmasi COVID-19,” ujar pria yang akrab disapa Rio, Jumat (12/11/2021).

Rio menjelaskan, dalam rangka evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan PTM sekolah-sekolah di Banyuwangi, Satgas melakukan sampel testing terhadap seluruh sekolah yang menyelenggarakan PTM di semua jenjang, yakni mulai tingkat SD, SMP, maupun SMA.

“Total yang kami lakukan tes swab sebanyak 3 ribu sampel. Sudah selesai dilaksanakan pada 6 November,” jelasnya.

Berita Terkait:  Kader GMPI Ikuti Sosialisasi Perizinan Berusaha OSS Berbasis Risiko oleh Kementerian Investasi/BKPM

Berdasar hasil pengujian terhadap 3 ribu sampel tersebut, kata Rio, hanya ada satu sampel yang positif, yakni siswa SD di Muncar. Meski mengidap COVID-19, siswa tersebut tidak menunjukkan gejala klinis alias orang tanpa gejala (OTG).

“Segera kami lakukan tindak lanjut. Siswa SD yang OTG, itu tindak lanjut penanganannya dilakukan isolasi mandiri. Selain itu, dilakukan tracing pada seluruh teman sekelas, guru, dan kontak erat serumah. Total yang kami lakukan tracing dan testing 27 orang. Hasilnya Alhamdulillah semua negatif,” bebernya.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan, pihaknya masih bisa merekomendasikan Pembelajaran Tatap Muka bisa dilanjutkan di sekolah-sekolah di Banyuwangi.

“Hanya saja Prokes harus lebih diperketat lagi,” tegasnya.

Yuli menambahkan, karena hanya ada satu siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19, namun kasus ini belum bisa dikatakan sebagai klaster baru COVID-19.

“Dikatakan klaster itu kalau yang terkonfirmasi positif lebih dari satu dalam sebuah kelompok. Setelah kita lakukan tracing ternyata hasilnya negatif semua. Jadi belum bisa dikatakan sebagai klaster,” tegasnya.

Berita Terkait:  Kirab Pemilu 2024 Singgah di Banyuwangi, KPU Jadikan Momen Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak kendur melaksanakan protokol kesehatan (prokes) guna menghindari penularan COVID-19. Sebab, meski kasus konfirmasi penyakit yang disebabkan serangan virus corona itu relatif landai beberapa bulan terakhir, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa penularan COVID-19 masih terjadi di Bumi Blambangan.

“Tetap jaga protokol kesehatan. Agar perekonomian bisa kembali pulih,” pungkasnya

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles