Bupati Slamet Tegaskan Pilkades Tetap di Gelar 2025 Mendatang

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tetap dilakukan pada tahun 2025 mendatang.

Hal itu diungkapkan saat acara pembukaan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbub) Sampang Nomor 27 Tahun 2021 tentang pedoman pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan, dan pemberhentian kepala desa.

Slamet menjelaskan bahwa Pilkades serentak 2025 tidak ada kaitannya dengan agenda politik pribadi yakni pemilihan kepala daerah.

“Prosesnya panjang dan lama sekali. Ada memang sebagian kecil rumor di luaran sana yang mengatakan bahwa Bupati otoriter, inilah itulah dan semacamnya. Sekali lagi kami tegaskan itu semua tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan Pemkab tidak semena-mena dalam membuat peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan jalannya roda kepemerintahan.

“Perbup itu tidak ujuk-ujuk langsung jadi. Tapi ada mekanisme dan proses yang dijalani. Kami juga sudah melakukan konsultasi-konsultasi. Mulai dari lingkup daerah, Pemprov Jatim, Biro Hukum, DPRD Provinsi, hingga tingkat nasional yaitu Kementerian Dalam Negeri. Setelah dinyatakan sesuai maka dibentuklah Perbup itu,” bebernya.

Berita Terkait:  85 Desa di Bangkalan Alami Kekeringan

Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihaknya ingin mengajak kepada semua peserta sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Perbup Nomor 27 Tahun 2021 itu dibuat berdasarkan amanat dan regulasi yang ada. Bukan sesuai kemauan bupati maupun untuk kepentingan politik.

Sementara itu, Kepala DPMD Sampang Chalilurrahman menyampaikan bahwa sosialisasi Perbup Sampang Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan Dan Pemberhentian Kepala desa dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sampang Nomor 188.45/272/KEP/434.013/2021 tertanggal 30 Juni 2021 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala desa (Pilkades) Serentak 2025.

“Termasuk dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) juga diundang,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, pihaknya mengundang jajaran Forkopimda, Forkopimcam, Asosiasi Kepala Desa (AKD), Badan Pendamping Desa (BPD), tokoh ulama dan tokoh masyarakat.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles