JAKARTA – Mahasiswa dan pemuda diharapkan punya imajinasi, ide, semangat juang sebagai bangsa dan memiliki kebanggan dan keyakinan Indonesia bangsa besar dengan rekam jejak sejarah yang luar biasa yang menggambarkan kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Dengan karakter dan mentalitas itu, Indonesia akan bisa melalui tantangan zaman. Termasuk menghadapi ujian pandemi Covid-19.

Demikian Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara kunci dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda ke-93 dengan tema “Nilai-nilai Kebangsaan dalam Bingkai NKRI di Era Disrupsi dan Masa Pandemi Covid-19” di Universitas Pattimura, Rabu (27/10/2021).

Hasto menyampaikan materi secara virtual selama hampir dua jam. Dia mengatakan saat ini dengan pandemi Covid-19 terjadi perubahan peradaban yang sangat drastis, terjadi perubahan sistem sosial, pola komunikasi, dan perubahan peradaban yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa.

Hasto mengutip pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat orasi ilmiahnya di Universitas Pertahanan ketika menerima gelar profesor kehormatan, yang menyebut ada tiga perubahan besar yang mendisrupsi kehidupan manusia

Berita Terkait:  Hasto: Tiga Pilar Partai Diinstruksikan Perangi Kemiskinan dan Pengangguran Akibat Covid-19

“Saat itu Ibu Megawati mengatakan bahwa disrupsi dapat diatasi dengan kepemimpinan strategik yang melekat dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Pancasila menjadi dasar dan tujuan dalam menghadapi turbulensi peradaban,” papar Hasto.

Hasto mengatakan Indonesia akan bisa mengatasi ujian Covid-19 selama kita punya spirit dan mentalitas juang.

“Pancasila menjadi fundamen kita dalam menghadapi disrupsi,” ucap Hasto.

Hasto menyebut ada satu tekad daya dan imajinasi dari para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, jauh sebelum tahun 1945, para pemuda sudah punya daya imajinasi tentang masa depan.

“Janji para pemuda yang menyatakan kita adalah satu bangsa. Bung Karno mengingatkan dari Sabang sampai Merauke bukan hanya rangkaian empat kata-kata tapi satu kesatuan cita-cita. Dia adalah satu nasional entitas, satu kesatuan tujuan, satu semangat like a burning of fire. Ini menggambarkan semangat dari sumpah pemuda,” urai Hasto.

Sebab itu, pemuda termasuk mahasiswa punya visi dan misi dan daya imajinasi menjawab tantangan jaman. Salah satunya dengan memperkuat tradisi membaca, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kedepankan riset dan inovasi serta menggelorakan energi positif di lingkungannya.

Berita Terkait:  Luncurkan Buku Merawat Pertiwi, Hasto: PDIP Yakini Megawati Teladan yang Hidup

“Marilah menggelorakan energi positif dalam menghadapi tantangan zaman demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” ucap Hasto.

Hasto mengatakan pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor dalam penguasaan iptek, mengedepankan supremasi sains dan juga riset dan inovasi karena hanya itulah kemajuan Indonesia yang begitu besar dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Rote yang patut kita lakukan melalui perjuangan bersama.

“Sejak dulu Bung Karno mengingatkan kepada geneasi muda Indonesia agar menjadi generasi pelopor yang punya cita-cita setinggi langit. Ketika jatuh maka akan jatuh diantara bintang-bintang. Untuk itu, Universitas Pattimura harus memahami seluruh obor semangat perjuangan untuk membangun peradaban kemajuan Indonesia raya sebagaimana simbol dari Universitas Pattimura itu sendiri,” tambah Hasto.

Pada bagian lain, Hasto menyinggung Universitas Pattimura didirikan jaman Presiden Soekarno dengan suatu visi besar, dengan menampilkan simbol dalam logo Universitas Pattimura antara lain dengan menampilkan mutiara yang melambangkan keteguhan, keyakinan dalam menjalankan seluruh visi misi dari Universitas Pattimura.

“Universitas Pattimura juga didesain oleh Bung Karno sebagai pilar kemajuan peradaban di Indonesia timur dan khususnya bagaimana penguasaan terhadap aspek kelautan, seluruh sumber daya maritim seharusnya dapat ditempatkan di Universitas Pattimura. Sebagai bagian dari mimpi besar Bung Karno agar Univ. Pattimura bisa menjadi bagian dari lambang supremasi kemajuan Indonesia dalam penguasaan iptek,” kata Hasto.

Berita Terkait:  Menag Yakin Populisme Islam di Indonesia Segera Teratasi

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. M. J. Saptenno, SH., M.Hum dalam sambutannya mengatakan pemuda mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam proses pembangunan bangsa dan perjuangan bangsa sejak dulu sampai saat ini.

“Oleh karena itu, tanpa pemuda maka tidak akan mungkin membangun Indonesia secara baik. Sedangkan pemuda merupakan kelompok elit yang harus mampu berada di posisi terdepan dalam rangka membangun bangsa, bersama-sama dengan pemerintah dan stakeholder yang lain supaya bangsa ini bisa maju,” kata Rektor Pattimura.(*)

Tinggalkan Komentar