JAKARTA – Anggota DPR RI, Fraksi PPP Elly Rachmat Yasin mengapresiasi hadirnya Yayasan Al Kirom Amanah Cabang Bogor di tengah-tengah masyarakat. Ia menilai di saat situasi sulit seperti saat ini, kondisi pandemi covid-19 yang belum pulih, terdapat sekelompok masyarakat yang tergerak untuk menjalankan peran-peran kemasyarakatan.

“Rumah Yatim yang dikembangkan oleh Yayasan Al Kirom Amanah ini bisa dikembangkan. Sebagai ilustrasi bahwa program perlindungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu oleh pemerintah mencakup kurang lebih 3.980.000 juta anak yatim Se-Indonesia. Akan tetapi, pandemi covid-19 membuat sejumlah anak-anak harus kehilangan orangtua mereka karena terinfeksi virus corona. Dalam waktu singkat, anak-anak Indonesia menjadi yatim maupun piatu,” kata Elly di Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Ada data yang mengulas bahwa anak yang ditinggal orang tua akibat Covid-19 mencapai 17 ribu hingga 20 ribu orang. Jika ditambahkan dengan data yatim sebelum pandemi, maka jumlah keseluruhan anak yatim mencapai 4 juta, berdasarkan data Kementerian Sosial per-Agustus 2021.

“Melalui rumah yatim diharapkan mampu menjembatani para anak yatim dengan tanggung jawab negara. Dalam PP Nomor 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak. Negara bertanggung jawab terhadap anak-anak berusia 0-18 tahun yang kehilangan orangtua dan tidak memiliki keluarga lagi,” jelas dia.

Berita Terkait:  Pakai Baju Putih Ala Jokowi, Hasto: Presiden Ingin Berdaulat di Bidang Pangan

Elly juga meminta Negara untuk sigap menangani anak-anak Yatim untuk menyelamatkan pertumbuhan fisik (gizi), perkembangan mental dan psikis, serta pendidikn mereka. Misalnya, dalam hal pemenuhan gizi pada anak-anak untuk menyelamatkan mereka dari stunting. Maupun

Masalah lainnya, dampak pandemi terhadap kehidupan anak-anak Indonesia yaitu hampir 2 ribu anak usia 7-18 tahun putus sekolah karena faktor ekonomi. Karenanya, di kabupaten Bogor, Bupati dan jajarannya diharapkan bergerak lebih cepat menyelamatkan anak-anak sekolah melalui program Karsa Bogor Cerdas.

“Kerja-kerja sosial social semacam ini memerlukan peran bersama masyarakat dan pemerintah. Untuk bergandeng tangan, bahu-membahu dan saling menopang untuk menyelamatkan anak-anak kita,” tukas dia.(*)

Tinggalkan Komentar