Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi Raih Gelar Doktor dari IPDN

JAKARTA – Wakil Badan Legislasi (Baleg) RI Achmad Baidowi berhasil meraih gelar Doktor melalui ujian sidang akademik di Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), yang digelar secara terbuka, Selasa (21/9/2021).

Dalam ujian terbuka Doktor Ilmu Pemerintahan tersebut, Baidowi menyajikan disertasi berjudul ‘Pengaruh Pengawasan dan Kompetensi Aparatur Desa Terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis Aplikasi E-village Budgeting DI Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur’

Disertasi ini, jelas Baidowi, memiliki latarbelakang fenomena yang diangkat sebagai obyek penelitian adalah efektivitas pengelolaan dana desa berbasis aplikasi e-village budgeting di Kabupaten Banyuwangi.

Terhadap fenomena tersebut diasumsikan bahwa Pengawasan dan Kompetensi Aparatur Desa merupakan dua variabel yang berpengaruh positif terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis Aplikasi E- village Budgeting.

Dalam sidang terbuka yang dipimpin Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS (Promotor), Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sumaryadi, M. Si (Promotor)
Prof. Dr. Murtir Jeddawi SH. M. Si (Promotor).

Dalam sidang tersebut, Baidowi menjelaskan bahwa, fungsi pengawasan terdapat Dana Desa menjadi salah satu faktor untuk mengukur keberhasilan kemajuan dan kemandirian Desa.

Berita Terkait:  Kisah Konglomerat RI Berjaya di Orde Lama, Runtuh di Orde Baru

Dalam disertasinya Baidowi menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dasar penggabungan adalah teori dominant-les dominat design (QUAN+qual).

Besarnya pengaruh Pengawasan terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgenting di Kabupaten Banyuwangi mencapai 0,43, terbilang kurang kuat namun signifikan, karena thitung statatistik.

Dalam disertasinya, Baidowi juga menjelaskan, besarnya pengaruh Pengawasan terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa tersebut ditentukan oleh pengukuran hasil pekerjaan, perbandingan hasil pekerjaan dengan standar pekerjaan, dan koreksi penyimpangan.

Besaran pengaruh yang demikian itu mengindikasikan bahwa di antara Pengawasan yang dipandang sebagai antecedent variable (yang mendahului, sebab) dan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgenting yang dipandang sebagai consequency variable (fenomena, akibat) terjalin suatu dinamika hubungan kausalitas.

Hubungan kausalitas ini berimplikasi praktis bahwa apabila Pengawasan ditingkatkan atau meningkat maka secara stimulan peningkatan Pengawasan tersebut diikuti dengan peningkatan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgenting. Oleh sebab itu, peningkatan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgenting di Kabupaten Banyuwangi bisa ditingkatkan dengan cara meningkatkan, atau memperbaiki 12 variabel manifes Pengawasan.

Berita Terkait:  Legislator PPP Beli Ternak Warga untuk Hewan Kurban

Baidowi juga menjelaskan, bahwa dari hasil penelitian itu didapatkan konsep baru yang didapat dari pembahasan pengaruh Pengawasan terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgeting di Kabupaten Banyuwangi adalah Konsep Baru tentang Koreksi Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa Berbasis Elektronik dengan definisi.

Koreksi Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa Berbasis Elektronik adalah pola pemeriksaan dan penilaian kinerja pengelolaan dana desa berbasis elektronik yang meliputi koreksi prosedur kerja, koeksi teknis pekerjaan, koreksi koordinasi kerja, dan koreksi waktu kerja. Konstruk teoritis konsep baru mencakup empat dimensi analisis : (1) Koreksi Prosedur kerja, (2) Koreksi Teknis Pekerjaan, (3) Koreksi Koordinasi Kerja, dan (4) Koreksi Waktu kerja.

Konsep baru yang didapat dari pembahasan pengaruh Kompetensi Aparatur Desa terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Berbasis E-Village Budgeting di Kabupaten Banyuwangi adalah Konsep Baru tentang Kompetensi Pengelolaan Dana Desa Berbasis Elektronik dengan definisi.

Kompetensi Pengelola Dana Desa Berbasis Elektronik adalah pengetahuan praktis aparatur desa terhadap kinerja pengelolaan dana desa berbasis elektronik yang meliputi kompetensi administrasi, kompetensi manajemen, dan komptensi teknis pengelolaan dana desa berbasis elektronik. Konstruk teoritis konsep baru mencakup tiga dimensi pengetahuan : (1) Kompetensi Administratif Dana Desa Berbasis Elektronik, (2) Kompetensi Manajerial Dana Desa Berbasis Elektronik, dan (3) Kompetensi Teknis Dana Desa Berbasis Elektronik.

Berita Terkait:  Mardiono Instruksikan Pengurus PPP Peringati Hari Besar Islam dan Silaturahmi pada Para Ulama

Bagi pemerintah Daerah atau Kepala Desa, Baidowi mengatakan agar dapat mereduksi birokrasi yang memperlambat pengambilan keputusan, mempermudah proses administrasi dan pelayanan publik. Sehingga kemajuan dan kemandirian Desa sebagai ujung tombak kemajuan Negara bisa tercapai.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles