Cerita Ditemukannya Wajan Raksasa Terkubur di Bantul

YOGYAKARTA-Sebuah benda mirip wajan berukuran raksasa ditemukan di Kretek, Jambidan, Banguntapan,Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Benda tersebut berhasil diangkat ke permukaan tanah usai terpendam sedalam kurang lebih 3 meter.

Supardi, seorang penyewa tanah kas desa menerangkan, benda mirip wajan tersebut ditemukan kemarin sore. Tepatnya, ketika salah seorang pekerja proyek tengah melakukan penggalian di area lahan di Kretek yang rencananya akan dijadikan lapangan.

Di tengah proses penggalian menggunakan ekskavator, pekerja tersebut mendapati sebuah benda asing terpendam di dalam tanah. Setelah digali kurang lebih sedalam tiga meter, benda tersebut mulai terlihat jelas bentuknya menyerupai sebuah wajan berukuran raksasa.

Namun Supardi meyakini benda tersebut bukanlah sebuah peralatan memasak. Melainkan landasan pompa air yang dipakai sejak era penjajahan Belanda.

“Simbah pernah cerita, daerah sini namanya kompan. Kenapa kompan? Karena sejarahnya dulu pada saat Belanda dulu tempat pompa untuk mengalirkan air dari sini ke barat,” kata Supardi ditemui di lokasi, Rabu (1/9/2021).

“Jadi itu bukan wajan untuk masak, tapi landasan pompa,” sambungnya menegaskan.

Berita Terkait:  Agen Mobil di Medan Ini Dibunuh karena Utang Judi Online

Sepenuturan Supardi, wilayah Jambidan, termasuk Kretek dulunya dikenal sebagai perkebunan tebu. Pemerintah Belanda dulunya membangun pompa air di kawasan itu guna mengairi areal perkebunan tersebut.

Pemerintah dan warga desa pada tahun 1980 pernah berencana mengaktifkan kembali sistem pompa ini dengan mengambil air dari Kali Opak untuk keperluan irigasi. Hanya rencana tersebut urung dilanjutkan lantaran air tak mampu menyebar secara merata.

“Air habis sampai sumur Jambidan karena banyak yang meresap ke bawah,” ujarnya.

Benda peninggalan Belanda berdiameter 2,75 meter itu pun akhirnya diputuskan untuk dikubur bersamaan dengan kolam di sekitarnya. “Karena (lokasinya) untuk jalan kaki orang,” tutur Supardi.

Tanah kas desa itu secara turun temurun disewa oleh keluarga Supardi. Ditanami tanaman jati sampai akhirnya digali untuk pembangunan lapangan dan jalan tembusan.

Dukuh Kretek Riyan Hidayat juga menduga bahwa benda ini merupakan peninggalan zaman Belanda dan telah dipastikan bukan barang purbakala. Pihak Cagar Budaya sendiri telah melakukan pemeriksaan kemarin.

Kesimpulan itu diperkuat berdasarkan catatan sejarah yang sama sekali tak mencantumkan bukti adanya kerajaan kuno di Jambidan.

Berita Terkait:  Mahfud MD dan Airlangga Melayat Jenazah Istri Wakapolri

“Mereka bilang bukan benda purbakala, tapi memang benda bersejarah,” ucap Riyan ditemui di lokasi yang sama.

Pihaknya telah mengumpulkan masukan dari masyarakat yang berkeinginan agar benda itu dijadikan sebuah monumen. Menimbang nilai sejarahnya serta potensi daya tarik wisatanya.

Monumen ini nantinya bisa menjadi sarana promosi bata merah yang merupakan produk unggulan di wilayah tersebut. Lokasi penemuan benda mirip wajan dan pendirian monumen berada di tanah kas desa, sehingga pengembangannya bakal lebih mudah, walaupun tetap harus melalui alih fungsi lahan.

“Dibuat menjadi wisata edukasi,” sebutnya.

Sementara sejak penemuan benda menyerupai wajan berukuran raksasa ini, lapangan Jambidan ramai dikunjungi warga yang penasaran. Bhabinkamtibmas setempat terlihat berjaga supaya benda itu tidak berpindah lokasi sebelum ada kejelasan lebih lanjut.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles