Tokoh Agama di Bangkalan Lapor Polisi Soal Perampasan Mobil

BANGKALAN – Salah satu pemuka agama di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur Ra Bir Aly laporkan perampasan mobil yang diduga dilakukan oleh oknum debt colector pada kepolisian setempat.

Perampasan mobil pribadi jenis Mercedes E-200 No-Pol B-2366-SZ dirampas ditengah jalan saat dikendaraisalah satu santrinya oleh 4 orang oknum yang diduga dept colector.

“Kami melapor ke polisi karena tindakan dept collector menarik paksa kendaraan. Itu tidak dibenarkan. Ada aturan yang mengatur bagaimana kredit seharusnya dapat membuat nyaman bagi masyarakat. Jika dengan nada ancaman dan intimidasi ini sudah masuk ranah pidana,” kata Ra Bir Aly. Senin (30/8/2021).

Pihaknya meminta pada Polisi agar dalam segera mengungkapkan dan mengamankan oknum dept colector yang sudah bertindak semena-mena, agar kejadian serupa tidak diulangi.

“Kami harap polisi bekerja dengan cepat. Ini sudah tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena sudah masuk ranah pidana,” harapnya.

Sementara kuasa hukum Ra Bir Aly, Hidayatullah debt collector dianggap melanggar hukum jika dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan intimidasi.

Berita Terkait:  Ketua KNPI Haris Pertama Pimpin Penyerahan Sembako Pada Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru

Pada 6 Januari 2020 lalu, MK memutuskan leasing tidak bisa menarik kendaraan secara sepihak. Perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.

“Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri sesuai bunyi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019. Apalagi kejadian perampasan ini Mercedes ini sudah dilakukan dengan cara-cara kasar dan intimidasi. Ini sangat bertentangan dengan hukum,” jelasnya.

Diketahui mobil Mercedes C-200 tahun 2014 Nopol B 2366 SZ warna hitam merupakan milik H. Somad asal Jakarta yang dipinjamkan pada dipinjamkan pada Ra Bir Aly salah satu tokoh agama di Bangkalan.

Perampasan terjadi saat Ra Bir Aly meminta salah satu santrinya Umar Bakri (19) warga Kombangan, Kecamatan Geger membeli makanan di rumah makan Sinjai.

Sementara mobil tersebut dirampas tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dan dilakukan dengan cara kekerasan, intimidasi dan pemaksaan.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles