Kalangan Milenial Dinilai Belum Mampu Berkontribusi dalam Demokrasi Indonesia

JAKARTA- Pengamat politik dari Universitas Pamulang Fathurrahman Fadli berharap terlibatnya anak-anak milenial bisa berikan warna tersendiri terhadap perkembangan domekrasi di Indonesia.

“Jokowi pada priode keduanya banyak memberikan kesempatan bagi anak milenial untuk ikut serta terlibat dalam tatanan pemerintahan di istana, tentu mereka harus bisa membuktikan jangan sampai terlarut dengan hegemoni politik istana yang kurang bagus untuk kemajuan demokrasi di Indonesia” ujarnya saat dihubungi kanalberita.co.

Dia juga menilai ada tantangan tersendiri dan tidak mudah untuk anak-anak milenial, hal itu dikarenakan sistem demokrasi di Indonesia mengalami penurunan pada periode Presiden Joko Widdodo

“Anak-anak milenial khususnya yang ada di lingkaran istana harus menjadi pembeda dengan kerja nyata, apalagi kalau kita lihat demokrasi di Indoensia saat ini, khususnya dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat memperihatinkan, bahkan bisa dikatakan berada di titik nadir” katanya.

“Contoh sedehana misalnya, terjadinya penangkapan sejumlah aktivis, para pejuang HAM serta adanya upaya menjadikan Polisi sebagai alat kekuasaan” sambugnya.

Dia juga menyayangkan kinerja DPR yang harusnya menjadi representasi hati nurani rakyat, akan tetapi anggota DPR telah memposisikan diri menjadi bagian dari pemerintah sehingga tidak terjadi pola demokrasi yang seimbang (check and balance).

Berita Terkait:  Persiapkan APG 2022, Tim Para-Atletik Indonesia Rebut 6 Emas di Grand Prix Para Atletik Swiss 2022

“saya juga menyayangkan, DPR yang harusnya bertindak sebagai wakil rakyat dan bekerja untuk memantau kinerja pemerintah, malah menjadi bagian dari pemerintah itu sendiri. Karena itu prinsip check and balance dalam sistem negara demokrasi tidak jalan di negara kita” tegasnya.

Fadli juga menyarankan dan meminta pemerintah segera evaluasi diri dan memberikan perhatian khusus terhadap kelompok produktif khususnya kaum milenial.

“Pemerintah harus segera evaluasi diri, apalagi demokrasi kita ini berkaitan dengan posisi kelas menengan muslim terdidik. Jumlah mereka diperkirakan tumbuh secara signifikan dan akan ikut mewarnai sistem demikrasi di Indoensia. Pada mereka kita berharap tentang masa depan demokrasi di Indonesia, kita harus mendorong merekan agar memilki integritas pribadi yang baik” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles