YOGYAKARTA-Pemerintah Kota Jogja mengklaim telah meningkatkan jumlah capaian vaksinasi harian hingga sebanyak tiga kali lipat untuk mengejar target tercapainya kekebalan komunal. Jumlah capaian vaksinasi harian yang sebelumnya berjumlah di angka 2.200 sampai dengan 2.500 dosis per hari kini ditambah menjadi sejumlah 6.500 dosis per hari.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi optimistis target vaksinasi massal demi penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah setempat bisa tercapai. Program vaksinasi merdeka yang dicanangkan beberapa waktu lalu pun terus digenjot dengan dukungan 18 Puskesmas, 13 rumah sakit, 2 klinik dan beberapa sentra vaksinasi.

“Sekarang sudah kita tingkatkan kapasitas vaksinasi dari yang semula per hari itu bisa 2.200-2.500 dosis, kita sudah bisa tingkatkan sampai 6.500 dosis per hari. Dan kita harapkan sampai akhir agustus sudah bisa 100 ribu penduduk Kota Jogja yang bisa kita vaksinasi,” kata Heroe, Rabu (11/8/2021).

Dengan demikian, pihaknya menargetkan bahwa semua penduduk bisa rampung divaksin pada Oktober mendatang. Sebab, menurut perhitungan pihaknya sekitar 362.000 warga telah divaksin dosis pertama dan 140.000 dosis kedua. Dari jumlah itu sekitar 38 persen adalah penduduk Kota Jogja dan sisanya penduduk luar daerah.

Berita Terkait:  Soroti Larangan Mudik, DPRD DIY Minta Pemda Tak Hanya Gunakan Cara Konvensional

“Kami tetap optimistis karena antusiasme masyarakat memang luar biasa. Kalau kita lihat masyarakat yang mendaftar lewat JSS itu tidak sampai satu jam pasti sudah penuh. Padahal setiap harinya itu kita bisa buka kuota 2.500-3.000 an kuota. Paling tinggi kita juga pernah sekitar 4.300 per hari,” katanya.

Heroe menyebut, peningkatan capaian vaksinasi massal itu juga akan didukung dengan dibentuknya Satgas Vaksinasi. Satgas itu nantinya akan dipimpin oleh Asisten Umum dan dibantu oleh Diskominfosandi. Selain mempercepat proses vaksinasi massal, Satgas itu nantinya juga akan memperbaharui data cakupan vaksinasi di masing-masing dosis, ketersediaan stok vaksin serta proyeksi kebutuhan vaksin dan ketersediaan tempat vaksin umum.

Pemkot Jogja juga akan menggandeng masyarakat, organisasi atau lembaga lain yang akan mendukung program percepatan vaksinasi. Hal itu telah terwujud di beberapa kelurahan seperti Kotabaru dan juga Bumiijo. Pemkot Jogja nantinya akan bertindak sebagai supervisi dan pendukung ketersediaan vaksin, sementara personel vaksinator akan dikerjakan sama kan dengan klinik di daerah sekitar.

Berita Terkait:  Terapkan Prokes Ketat, FKUB Pamekasan Sosialisasi Ke Tingkat Kecamatan

“Sudah, sebagian sudah jalan itu programnya. Jadi warga nantinya dikumpulkan di kelurahan dan yang mendata kelurahan lewat RT/RW,” ungkap dia.

Dia juga memastikan bahwa stok vaksin saat ini bisa dikatakan cukup dan aman untuk mendukung program vaksinasi itu. Baru-baru ini Pemda DIY juga melaporkan bahwa stok vaksin tersedia sebanyak 300.000 dosis dan telah disebarkan ke Kabupaten/Kota di wilayah setempat.

“Paparan Pemda DIY itu kemarin sebenarnya ada 300.000 lebih dosis vaksin dan 100.000 an sudah didistribusikan ke Kab/Kota. Selain itu awal pekan ini juga susah masuk vaksin yang Sinovac maupun AstraZeneca melalui teman-teman TNI/Polri,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar