JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirim surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berisi usulan pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi Warga Negara Asing (WNA) pengungsi dan pencari suaka di Jakarta.

Dalam suratnya, Anies mengatakan Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan vaksinasi untuk seluruh penduduk berusia 12 tahun ke atas.

Anies menyebut pihaknya mengapresiasi Kemenkes yang sebelumnya telah mengeluarkan persetujuan bagi WNA untuk melakukan vaksinasi secara mandiri menggunakan vaksin gotong royong.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan vaksinasi di Jakarta, terdapat WNA yang rentan terhadap penularan covid-19 dan tidak memungkinkan untuk menggunakan vaksin gotong royong, yaitu WNA yang berstatus pengungsi dan pencari suaka.

“Dalam keseharian, mereka tinggal dan beraktivitas bersama warga Indonesia lainnya, serta relatif kesulitan menerapkan prokes secara ketat dan isolasi mandiri, sehingga mereka perlu mendapatkan perlindungan,” kata Anies dalam suratnya tertanggal 12 Juli.

Anies mengatakan, vaksinasi bagi pencari suaka beserta pengurus dan sukarelawan sudah diusulkan oleh United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR) kepada Dinas Kesehatan DKI pada 17 Maret 2021 lalu.

Berita Terkait:  Senior PPP Bedah Tafsir Pancasila dalam Sekolah Politik

Kendati demikian, usulan yang diajukan itu hanya terbatas pada pengungsi dan pencari suaka yang memenuhi kriteria lansia dan memiliki comorbid.

Ia menyebut, dengan diberlakukannya vaksinasi untuk semua kelompok masyarakat usia 12 tahun ke atas, pihaknya mengusulkan agar vaksinasi bagi pengungsi dan pencari suaka juga dapat diberikan kepada semua, di luar segmen yang diusulkan UNHCR.

“Besar harapan kami agar kelompok tersebut di atas dapat divaksinasi melalui program vaksinasi yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” tulis Anies dalam suratnya.

Tinggalkan Komentar