Covid-19 di Bangkalan Melandai, Satgas: Berkat Peran Serta Semua Pihak

BANGKALAN – Perlahan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terus melandai. Setelah Ledakan pertama muncul dari Kecamatan Arosbaya, kemudian merembet ke Kecamatan Klampis, Kota dan Geger , kini laju persebaran Covid-19 di Kabupaten bangkalan hanya menyisakan dua kecamatan yang statusnya zona merah, yakni Kecamatan Galis dan Kamal. Sedangkan sisanya sudah berubah menjadi zona oranye.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein memaparkan, per tanggal 2 Agustus 2021, Bad Ocupancy Ratio (BOR) di Rsud Syamrabu hanya 34,36%. Sementara untuk zonasi PPKM Mikro dengan hitungan per-kampung zona hijau mencapai 88,1%, zona kuning 11,9%, orange 1% dan tidak ada zona merah.

Sementara vaksinasi untuk Nakes sudah melebihi dari target yaitu 106,82%, pelayan publik 71,77%, lansia masih 4,81%, masyarakat UMUM 1,9% dan remaja 1,91% dengan cakupan secara keseluruhan di tingkat Kabupaten masih mampu menvaksinasi sebanyak 53.343 orang (6,79%).

Pemberlakuan Operasi Yustisi kepada pengguna jalan yang melibatkan TNI Polri juga menunjukkan progres yang baik. Buktinya, sudah sangat sulit ditemukan pengguna kendaraan yang tidak menggunakan masker. Hal itu dibuktikan dengan jumlah pelanggar yang menurun dari operasi sejak 02 Juli hingga 1 Agustus.

Berita Terkait:  Jumat Berkah, Kejari Sumenep Bagikan Nasi dan Kolak Pada Warga

“Rata-rata pelanggar tiap hari hanya berkisar 10 hingga 15 orang. Ini adalah buah dari kerja keras bersama yang dilakukan oleh satgas dengan seluruh stakeholder,” ungkapnya, Rabu (4/08/2021).

Agus mengatakan, melandainya laju persebaran Covid-19 di Bangkalan juga tidak lepas dari imbauan dan sosialisasi penerapan prokes kepada masyarakat. Itu tidak lepas dari kegigihan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dalam mengedukasi masyarakat.

Bahkan, Bupati tak segan-segan untuk melakukan sosialisasi menggunakan mobil operasional Polsek Arosbaya dan berkeliling di dua Kecamatan uang menjadi episentrum.

“Hal ini harus kita pertahankan bersama karena Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran serta semua pihak,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkab memang sempat kesulitan mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Hal itu disebakan oleh derasnya hoaks yang mempengaruhi sikap masyarakat selama ini.

Dengan capaian kasus yang semakin rendah tersebut, Pemkab Bangkalan akan terus mempertahankan langkah-langkah yang telah dilakukan. Selain itu, satgas Covid-19 Bangkalan akan terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Tujuannya, supaya terwujud kekebalan komunal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka pelayanan vaksinasi gratis di berbagai lokasi setiap hari.

Berita Terkait:  Pemkab Janji Naikkan Anggaran Pendampingan Korban Kekerasan

Pelaksanaan percepatan vaksinasi itu merupakan inisiasi tiga pilar, yaitu,l Pemkab Bangkalan, TNI dan Polri.

“Langkah 3T penting untuk mengetahui masyarakat yang terkonfirmasi. Dengan demikian, kita bisa mengarahkan kalau ringan cukup ke Puskesmas, sedang dan berat harus ke rumah sakit,” imbuhnya.

Dua kecamatan yang sampai saat ini masih zona merah akan diberi perhatian khusus. Namun yang jelas, Satgas Covid-19 Bangkalan sudah mengantongi alasan-alasan mengapa Kecamatan Galis dan Kamal masih menyandang zona merah.(*)

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles