Demi Bertahan Saat PPKM, Pedagang Rela Japri Pelanggan hingga Layanan Antar-Jemput

YOGYAKARTA-Kebijakan PPKM berdampak terhadap aktivitas usaha di kawasan pantai karena ditutupnya destinasi wisata. Meski demikian, Sutini, pemilik rumah makan Setyarasa di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari tak mau menyerah. Ia pun membuka layanan antar jemput makanan agar usaha tetap berjalan.

Sudah hampir satu bulan kawasan wisata di Gunungkidul ditutup akibat dari pemberlakukan PPKM darurat yang kemudian dilanjutkan dengan PPKM level empat. Kondisi ini pun berdampak terhadap aktivitas di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari.

Seperti yang terlihat di belakang warung terdapat sepasang suami istri yang sibuk berakitivas. Keduanya merupakan pemilik rumah makan Setyarasa. Sang istri, Sutini sedang memasak. Satu kompor digunakan untuk memasak kepiting saus tiram. Sedangkan satu tungku lainnya digunakan menggoreng ikan jenis Kartomarmo.

Adapun suaminya, Sukino terlihat asyik mencuci ikan dan kepiting yang akan dimasak. Setelah sekitar dua jam berkerja bersama, pasangan ini menyelesaikan pesanan yang masuk pada Kamis (29/7/2021).

“Alhamdulillah hari ini ada pesanan sebanyak delapan kilogram yang terdiri dari ikan goreng, bakar, peyek teri nasi hingga kepiting saus tiram. Setelah ini akan dikirim pemesan di Kota Wonosari,” kata Sutini kepada Wartawan.

Berita Terkait:  Syekh Ali Jaber Ditusuk, PPP Minta Umat Doakan Kesembuhannya

Sebelum dipacking ke tempat nasi kotak untuk dirikim ke pelanggan, Sutini menyempatkan diri membuat video aneka masakan laut yang sudah diolah. Menurut dia, video ini akan dijadikan sarana promosi untuk pelanggang-pelanggan lain yang belum membeli.

“Akan dijadikan story WA sehingga pelanggan yang berteman bisa melihat dan membeli masakan saya,” katanya.

Suti, sapaan akrabnya mengakui penutupan destinasi wisata memberikan pengaruh yang besar. Banyak pemilik warung makan yang menutup usahanya karena tidak ada pengunjung yang datang ke lokasi wisata.

“Tapi saya tidak mau karena di rumah saja malah bikin suntuk. Jadi, tetap berjualan secara online dan saya akan mengantar sampai ke tempat pelangan yang kebanyakan berada di Kota Wonosari,” ungkapnya.

Ide jualan online sudah pernah dilakukan pada saat awal-awal corona di tahun pertama. Pada saat wisata boleh buka, aktivitas ini dihentikan karena fokus berjualan di pantai. Akan tetap diberlakukannya PPKM darurat di awal Juli ini membuat jual beli online kembali dihidupkan lagi.

Berita Terkait:  Bangun Strategi Hadapi Tahun Politik, Forsata Fraksi PPP Gelar Gathering

“Di awal-awal saya sempat menghubungi pelanggan agar mau beli. Tapi sekarang, lewat story atau promosi di grup WA sudah banyak yang pesan,” katanya.

Suti mengakui lewat jual beli online ini membuat roda perekonomian keluarga tetap bisa berputar. Sebelum perayaan kurban, satu hari bisa mendapatkan pesanan hingga 25 kilogram masakan laut. Namun usai Iduladha ada penurunan yang siginfikan.

“Kemungkinan masih punya stok daging. Ini bukan masalah karena seberapa pun hasilnya tetap kami syukuri,” katanya.

Disinggung mengenai harga, Suti tidak mematok ongkos jasa kirim. Bahkan ia mengakui harganya bisa lebih rendah daripada dijual di pantai karena pembelinya rata-rata merupakan pelanggan-pelanggan lama.

Dia mencontohkan, untuk satu kilogram kepiting saus tiram dibandrol Rp120.000. Sedangkan untuk undur-undur (sejenis kepiting) dipatok Rp100.000 per kg, ikan kartomarmo goreng Rp50.000 per kilonya. “Ya kalau di warung bisa lebih mahal karena kepiting bisa dijual Rp150.000 per kilo,” katanya.

Suami Suti, Sukino mengaku bersyukur karena usaha yang dimiliki tetap bisa berjalan meski ada kebijakan penutupan wisata. “Semua harus disyukuri karena setiap usaha pasti ada jalannya. Jadi, seberapa pun hasil yang diperoleh semua harus disyukuri,” katanya.

Berita Terkait:  Pemkab Bangkalan Klaim Proses Vaksinasi Sudah Mencapai 33 Persen

Meski demikian, ia berharap ada kepastian berkaitan dengan pembukaan destinasi wisata sehingga usaha dapat berjalan seperti biasa. “Mudah-mudahan tidak ada perpanjangan lagi dan wisata bisa kembali dibuka,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Stay Connected

0FansSuka
24PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles