YOGYAKARTA-Sebuah hajatan pernikahan warga di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul terpaksa dibubarkan petugas pada Jumat (23/7/2021). Hal ini lantaran empunya hajat diduga melanggar aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Panewu Gedangsari, Martono Iman Santosa mengatakan pihaknya terpaksa melakukan pembubaran. Pasalnya, anjuran yang diberikan Satuan Tugas Covid-19 tidak dihiraukan penyelenggara hajatan.

“Satgas Kalurahan sudah memberikan pengertian, tapi yang bersangkutan tetap nekat menggelar resepsi,” jelas Martono pada wartawan.

Saat mendatangi lokasi, petugas juga mendapati makanan disajikan secara prasmanan. Padahal, sesuai aturan penyelenggaraan hajatan di masa pandemi, tidak diperkenankan makan di tempat.

Menurut Martono, pihaknya juga menjalankan Instruksi Bupati (Inbup) tentang PPKM Level 3. Adapun dalam instruksi baru tersebut, hajatan pernikahan sama sekali tidak boleh digelar selama masa PPKM berlangsung. “Kami lakukan penertiban sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Merujuk pada data terkini Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Gedangsari memiliki 108 kasus aktif Covid-19. Adapun angka meninggal dunia mencapai 26 kasus.

Itu sebabnya, Martono berharap warga memahami dan bersedia mengikuti aturan pengetatan kegiatan yang disampaikan pemerintah, terutama mengingat saat ini potensi penularan masih tinggi.

Berita Terkait:  Banyuwangi Tuntaskan 100% Vaksinasi Dosis 1 Untuk Penyandang Disabilitas

“Ini langkah antisipasi demi menekan potensi penularan Covid-19,” katanya.

Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan instruksi tentang penerapan PPKM Level 3, berlaku untuk 21-25 Juli 2021. Salah satu aturannya adalah meniadakan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk sosial-budaya hingga hajatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono menjelaskan meski wilayahnya dikategorikan level 3, namun penerapan disamaratakan sebagai level 4, lantaran seluruh DIY menerapkan level tersebut.

“Level 3 dianggap sebagai Level 4 untuk Gunungkidul dan juga Kulonprogo,” jelas Drajad.

Tinggalkan Komentar