BANGKALAN – Musim kemarau telah menimpa wilayah Kabupaten Bangkalan. Sementara bencana kekeringan sudah menjadi langganan di beberapa kecamatan yang minim akan ketersediaan air bersih.

Setiap tahun anggaran selalu dialokasikan untuk menangani kekeringan tersebut. Tahun 2021 ini penanganan kekeringan disediakan anggaran sebesar Rp 150 juta. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang menjadi rawan kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris menyampaikan, anggaran tersebut akan dipertahankan meski ada refocusing. Kata dia salah satu cara mengatasi kekeringan adalah dengan menggunakan anggaran itu. Bahkan, Rizal telah meminta pada Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk dijadikan atensi.

Dia khawatir, jika tidak disediakan anggaran penanganan kekeringan pada musim kemarau, masyarakat tidak mendapatkan bantuan.

“Porsinya masih sama dengan tahun kemarin. Sampai saat ini masih belum ada permintaan suplai air. Kalau berdasarkan teoriterial bulan Mei Bangkalan masih memasuki bulan hujan. Tapi peta kekeringan tidak akan jauh bergeser berbeda dengan tahun lalu,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Bupati Bangkalan, Sabtu (24/7/2021).

Berita Terkait:  Dispenduk Bakal Sosialisasi Pentingnya KTP Bagi Masyarakat

Rizal menyampaikan, prediksinya akan ada 14 kecamatan yang dilanda kekeringan. Namun, jumlah pasti berapa desa dan didesa mana saja dia belum bisa memastikan. Karena masih menunggu data dan laporan masuk dari masing-masing Kepala Desa.

“Beberapa camat sudah melaporkan desanya diawal memasuki kemarau, Camat lainnya masih belum. Mungkin karena dua minggu kebelakang masih ada hujan,” ujarnya sambil memprediksi cuaca di Bangkalan.

Berdasarkan hasil rilis BMKG Jawa Timur yang dia terima, tahun ini musim kemarau mundur dari waktu sebelumnya. Sehingga, dia meyakini, kekeringan di Bangkalan juga akan mundur dari tahun sebelumnya. Pihaknya akan melakukan kroscek kembali dengan koordinasi bersama para Camat.

“Saat ini memang Camat-camat di Bangkalan sedang fokus menangani penurunan Covid-19. Tapi kami siap menangani, prinsipnya BPBD sudah siap mengatasi jika masuk puncak musim kemarau,” tukas lelaki berkacamata ini.

Terlebih, jika para Camat sudah melapor pihaknya mengaku, akan segera menindaklanjutinya. Meski tidak ada target kapan Camat harus melapor, dia menyarankan, agar lebih cepat lebih bagus.(*)

Tinggalkan Komentar