JAKARTA – Pengurus Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PP GMPI) periode 2021-2026 resmi dilantik secara virtual pada Jumat (23/7/2021). Dalam pelantikan ini, Ketua Umum GMPI Achmad Baidowi menyebutkan bahwa generasi muda mempunyai posisi strategis dalam percaturan politik Indonesia. Jumlah pemilih muda semakin besar dari Pemilu ke Pemilu.
 
“Pada Pemilu 2019 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pemilih berusia 17-38 tahun jumlahnya 55 persen dan kemudian meningkat menjadi 60-65 persen pada Tahun 2024,” jelas Baidowi.
 
Ia ingin GMPI sebagai organisasi pemuda bisa berperan menggaetnya generasi muda dengan memanfaatkan peran teknologi. Apalagi anak muda memng tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Selain itu, GMPI juga bisa fokus pada isu-isu stratgis yang banyak menjadi perhatian anak muda.
 
“Isu-isu baru yang lebih sensitif pada anak-anak muda seperti isu lapangan kerja, ekonomi, dan isu lingkungan hidup harus benar-benar digarap partai-partai politik yang mengincar suara pemilih pemula ataupun milenial,” jelas Baidowi.
 
Bonus demografi di tahun 2030 mencapai 67% penduduk Indonesia akan berada di usia produktif, yaitu usia antara 15 hingga 64 tahun bisa menjadi blunder. Terutama di saat Indonesia tidak bisa memanfaatkan bonus demografi agar bisa memberikan manfaat bagi bangsa. Seperti kita ketahui COVID-19 berdampak besar pada kondisi angkatan kerja pada 2020. Dalam visi Indonesia 2045, pemerintah menargetkan 90%  angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas.
 
Senada dengan Baidowi, Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa dalam juga sambutannya menyampaikan bahwa GMPI bisa menjadi salah satu ujung tombak perwajahan PPP di kalangan anak muda. Suharso ingin, GMPI yang mayoritas berisi genarasi Z, bisa menggugah kaum millenial bergabung dengan PPP.
 
“GMPI bisa menjadi cyber Army bagi PPP,” kata Suharso.

Berita Terkait:  Fraksi PPP Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Wonosobo Soal Illegal Mining

Tinggalkan Komentar